Breaking News

Whulandary Herman Makin Laris di Film

Whulandary Herman Makin Laris di Film



Whulandary Herman Makin Laris di Film

Jakarta, Media Investigasi
Nampaknya  Putri Indonesia 2013, Whulandary Herman (26) makin gencar saja menekuni dunia akting. Setelah membintangi film Bidadari Terakhir produksi Ganesa Perkasa Film, kini Whulandari kembali beraksi lewat film genre horor bertajuk
Hantu Kuburan Tua besutan Nayato Fio Nuala. "Bukan bermaksud aji mumpung atau apalah, tapi yang jelas setelah baca sekenarionya aku langsung dan ingin terlibat," kata perempuan ayu yang masuk 13 besar di ajang Miss Universe 2013 itu ketika bincang dengan penulis di bioskop XXI Epicentrum belum lama ini.
Perempuan bersuara serak ini di film produksi Bintang Inova Citra Production itu beradu akting dengan Maxime Bouttier, Vicky Monica, Trisa Triandesa, Jajang C.Noer dan Keke Soeryo Renald, membuat Whulan makin jatuh cinta pada dunia seni peran. 
"Aku merasa nyaman di dunia akting, jadi enjoy menjalaninya," aku cewek berkulit eksotik ini.


Di film yang akan beredar mulai tanggal 17 September 2015 itu Whulandari berperan sebagai Laura, dan dikisahkah sebagai mahasiswi yang gemar berpetualang dengan sahabatnya. Selain ceritanya apik, yang membuat dia makin bersemangat berlakon dalam film ini adalah,"Bisa bermain dengan artis senior ibu Jajang C. Noer," katanya merujuk pada salah satu artis Indonesia favoritnya itu.
Jadi, selama 15 hari syuting, dan 10 hari diantaranya mengharuskannya menginap di kota Bogor, berjalan dengan menyenangkan. Hasilnya, selama proses syuting, yang 50 persen pengambilan adegannya dilakukan pada waktu siang hari, dan 50 persen di malam hari, berjalan dengan lancar semua. Sebab lainnya, imbuh dia, cara pengarahan penyutradaraan Nayato Fio Nuala,"Sangat efektif sekali," katanya.
Walau baru kali pertama disutradarai Nayato, Wulan langsung merasa klop. "Seru, dia (Nayato) banyak membantu. Meski aku pemain baru, dia tetep sabar. Misalnya saat aku lupa dialog. Intinya, dia membinging kita semua".
Saking efektifnya pengambilan adegan di film bergenre drama horor petualangan ini, biasanya, saat proses syutingnya berlangsung dengan cepat, "Dua take langsung done. Jadi, satu hari bisa 11 scene. Apalagi, kita para pemian dan kru sudah ketemu untuk persiapan kecil di Jakarta. Seperti kita nonton film bareng, sebagai referensi penokohan kita nanti. Jadi saat berada di lokasi syuting, tinggal menyesuaikan dengan adegan," ujarnya.
Meski demikian, bukan berarti tidak ada kesulitan yang Whulan temui di lapangan. Seperti saat dia harus melakoni dua peran sekaligus. Yaitu peran sebagai saudari kembarnya yang telah meninggal, karena diperkosa,"Tidak mudah melakoni dua karakter sekaligus dalam satu peran," katanya.
Namun dengan kematangan kemampuan aktingnya, peran itu, dengan bimbingan Nayato, akhirnya berhasil dialewati dengan baik. Tidak berlebihan dia berharap film Hantu Kuburan Tua akan mendapatkan sambutan hangat publik. "Karena ini film horor yang bukan sembarang film horor. Banyak syut syut yang menegangkan. saya nonton sendiri saja sampai teriak-teriak. Singkatnya, ini adalah salah satu film horor yang wajib ditonton," ujarnya.
Lalu apa yang membedakan film Hantu Kuburan Tua dengan film horor kebanyakan? Menurut Whulan, bedanya sangat jelas.
Apa yang akan ditunjukkan dalam film Hantu Kuburan Tua tidak sekedar berhenti pada tataran 'ngagetin', dan banyak suprise-nya. "Tapi ceritanya tidak kacangan. Ini tidak hanya horor, tapi ada kisah pencarian jati diri juga," ujarnya merujuk pada historiografi tokoh ibunya, yang dalam film itu, dikisahkan mempunyai masa lalu yang berhubungan dengan masa depannya. "Ternyata masa lalu seseorang, bisa sangat berhubungan dan memengaruhi masa depan seseorang".
Tahukah tokoh Laura yang dilakoni Whulan tahun masa lalunya? "Tidak elok kalau saya cerita, nanti jadinya spoiler," tutupnya.(Tebe)
Post a Comment