Breaking News

KAPAL RO-RO TENGGELAM APBS TERGANGGU

KAPAL RO-RO TENGGELAM APBS TERGANGGU



EVAKUASI: Proses evakuasi penumpang kapal KM Wihan Sejahtera sesaat kapal Ro-Ro tersebut dalam posisi terbalik. (Dok. Basarnas)‎

SURABAYA, MEDIA INVESTIGASI - Kapal Motor (KM) Wihana Sejahtera tujuan Surabaya - Labuan Bajo, Manggarai Barat Nusat Tenggara Timur (NTT) tenggelam di kolam Terminal Teluk Lamong, Senin (16/11) pagi. Kapal jenis Roll on Roll off (Ro-Ro) berpenumpang 175 orang dan 62 kendaraan ini sempat mengalami benturan keras di bagian lambung. ‎Salah seorang penumpang tujuan Pelabuhan Labuan Bajo, Flores, NTT, Rofian Robatsotiwa (33) menceritakan, para penumpang sempat dikejutkan dengan benturan itu.
Peristiwa itu terjadi beberapa saat setelah kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. “Sebelum benturan dan membuat semua penumpang terkejut, posisi kapal masih normal,” kata Rofian ditemui media ini di Terminal Gapura Surya, Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (16/11).
Setelah benturan itu, kapal pun bergetar dan perlahan mulai oleng ke kanan. Ia melihat semua penumpang panik, bahkan ada penumpang yang nekad terjun ke laut, dan sebagian lagi berlari bingung sambil membawa anaknya. “Sebagian penumpang bergerak ke bagian kiri kapal untuk menyeimbangkan beban,” kata ibu dua anak itu. 

Sementara itu, Densi Darius Jebaru (20) kenek salah satu ekspedisi menceritakan saat semua penumpang panik, awak kapal membunyikan klakson tanda mengharapkan pertolongan dari kapal lainnya. “Untungnya, tidak lama setelah klakson pemberi tanda dibunyikan, beberapa kapal merapat dan mengevakuasi penumpang terlebih dahulu perempuan dan anak-anak,” tutur Darius. Adapun kapal-kapal yang evakuasi penumpang KM Wihan Sejahterah, yakni 5 unit kapal Ditpol Air Polda Jatim dan dibantu 4 unit Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Perak Surabaya, serta 2 unit kapal Basarnas. 
Meski hanya membawa baju dan celana, warga Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Ruteng Manggarai, NTT itu mengaku bersyukur karena nyawanya selamat, meskipun truk yang membawa sembako dan beton besi ikut tenggelam, bersama KM Wihan Sejahtera. 

Banyak penumpang mendengar suara gemuruh keras dan merasakan getaran hebat sebelum KM Wihan Sejahtera miring dan akhirnya tenggelam,belum dapat dipastikan apa yang membuat kapal menjadi seperti itu, tetapi Kantor Syahbandar Utama Tanjung Perak punya dugaannya. “Kami menduga ada muatan yang geser yang membuat kapal menjadi miring,” kata Kepala Syahbandar Utama Tanjung Perak, Rudiana kepada wartawan di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, kemarin. Yang dimaksud Rudiana dengan muatan adalah kendaraan truk besar yang diangkut kapal. 

Truk tersebut diduga bergeser dari tempatnya sehingga menghantam dinding kapal yang pada akhirnya membuat kapal miring lalu tenggelam. “Kalau bocor sepertinya iya, nggak mungkin tenggelam kalau tidak bocor,” cetus Rudiana. 
Rudiana menduga ada salah penataan kendaraan yang masuk ke kapal. Salah penataan bukan berarti salah menata letak kendaraan, tetapi lebih kepada salah menata berat atau tonase kendaraan tidak sesuai dengan tempatnya,"kemungkinan salah penataan,” lanjut Rudiana.KM Wihan Sejahtera dengan bobot 9.786 gross tonnage (GT) mendapat Surat Persetujuan Berlayar dari Syahbandar Utama Tanjung Perak No Ni/ APV/ 582 / XI/ 2015 bertolak dari Surabaya pada tanggal 16/11/2015 pukul 07.10 Wib menuju Pelabuhan Labuan Bajo dengan jumlah awak kapal 25 orang dan penumpang 27 orang. Serta 62 unit kendaraan meliputi 2 unit sepeda motor, 10 unit kendaraan kecil, 7 unit truk sedang, dan 43 unit truk besar. 

Saat ditanya jumlah penumpang yang melebihi manifest muatan kapal, Rudiana menyatakan, bahwa ada pihak-pihak yang tidak melakukan pengecekan secara detail. Namun, ia enggan menyebutkan pihak-pihak yang bertanggung jawab tersebut, "siapa tahu dalam kendaraan lebih dari 1 atau 2 orang sesuai dengan tiket,” tegasnya. Mengenai laiknya kapal berlayar, Rudiana mengatakan bahwa kapal yang dinahkodai Asep Hartono ini laik layar. Pada tanggal 4 November 2015, dilakukan pemeriksaan dan hasil pemeriksaan baik. Dikesempatan sama, Istikhomah Manager PT Trimitra Samudra selaku perusahaan pelayaran KM Wihan Sejahtera mengatakan, pihaknya tidak bertanggungjawab atas nasib 148 penumpang. 

“Kami hanya memberikan asuransi kepada 27 orang (penumpang, red) saja sesuai tiket, sedangkan lainnya saya tidak tahu menahu,” kata Istikhomah saat dimintai keterangan oleh petugas di Terminal Gapura Surya Nusantara. Ratusan penumpang yang berhasil diselamatkan, 25 korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Port Hospital Center (PHC) Surabaya. Manajer Pemasaran dan Pengembangan Usaha RS PHC Surabaya Harry Setiawan mengatakan, 25 penumpang yang dirawat. 1 di antaranya atas nama Fadli Adam mengalami luka patah di bagian kakinya dan harus menjalani perawatan khusus oleh tim dokter. Sedangkan 24 lainnya mengalami luka memar. Dia menambahkan pihak rumah sakit memberikan perawatan terbaik kepada seluruh penumpang kapal yang menjadi korban. 
“Di PHC ada tim kegawatdaruratan yang bertugas khusus menangani korban massal dan seluruhnya sudah datang untuk menanganinya,” imbuh Harry. 
Dampak tenggelamnya kapal Ro-Ro ini, alur pelayaran barat Surabaya (APBS) terganggu. Dipastikan aktivitas kegiatan bongkar muat Terminal Teluk Lamong terganggu. “Ada kapal muat curah yang akan bongkar di Teluk Lamong karena JS (Jamrud Selatan) dan Berlian penuh. 

Akibat peristiwa itu, kegiatan bongkar batal,” kata Asisten Manager Perencanaan dan Penetapan Kapal PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Joko Suwarno. 
Joko menambahkan, sejumlah kapal yang berlabuh di Bouy 10 perairan kolam Pelabuhan Tanjung Perak dibersihkan. Pasalnya, Pelindo III Cabang Tanjung Perak melakukan diskresi lalu lintas kapal yang melalui APBS, “sedianya Bouy 10 sebagai tempat labuh kapal, kini digunakan jalur masuk kapal (Pelabuhan Tanjung Perak, red),” jelas Joko kepada media ini saat menyisir APBS dengan menggunakan kapal RIB (rigid inflatable boat). Adapun kapal-kapal tersebut yang dipindahkan dari Bouy 10, yakni KM Aya 3, KM New Glory (terbakar Minggu,15 November 2015), ‎


 PENYISIRAN :Anggota penyelam KPLP Tanjung Perak Surabaya menyisir bangkai kapal KM Wihan Sejahterah
Bangkai Kapal Ro-ro Dipasang Tanda Bahaya Tim Survei Distrik Navigasi Kelas I Surabaya memasang empat tanda bahaya di lokasi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Wihan Sejahtera di sekitar Dermaga Teluk Lamong, Selasa (17/11). ‎ 
“Ke empatnya itu diikatkan ke tubuh bagian depan belakang dan sisi kanan kiri kapal untuk mengingatkan adanya tanda new danger (bahaya baru),” kata Kepala Distrik Navigasi Kelas I Surabaya, Nyoman Sukayatdnja kepada wartawan, kemarin.Ia, mengatakan, posisi kapal dipastikan terus mengalami pergerakkan. Pantauan atau monitoring terbaru (kemarin, red) kapal dengan bobot 9.786 gross tonnase bergeser 100-120 meter dari titik awal karam ke arah Dermaga Teluk Lamong. 

“Karena sebelumnya ada bangkai kapal lain, yakni KM Tanto Hari yang juga tenggelam di lokasi setempat, maka KM Wihan Sejahtera harus segera didorong keluar dari tanda atau wilayah Buoy 22,” jelasnya. Adanya pergerakkan itu, lebih lanjut Nyoman menjelaskan, pihaknya meminta Syahbandar Utama Tanjung Perak untuk segera menarik bangkai kapal Roll on-Roll off tersebut. Serta membuat pengaturan alur laut. “Segera dibuat alur alternatif dan dimapelkan (maklumat pelayaran, red),” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak telah melakukan diskresi lalu lintas kapal yang melalui Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). 

Sedianya Bouy 10 yang memiliki kedalaman hingga -20 meter Low Water Spring (LWS) sebagai tempat labuh kapal, kini digunakan jalur masuk kapal menuju kolam Pelabuhan Tanjung Perak. Guna mengetahui lokasi pasti alur alternatif, sehingga bisa ditentukan posisi alurnya, lebih lanjut Nyoman mengatakan, pihaknya melakukan penyelaman. 

Langkah tersebut sekaligus untuk mengetahui penyebab tenggelamnya kapal tujuan Surabaya - Labuan Bajo,NTT itu. “Penyelaman dilakukan oleh Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Pangkalan Armada. Namun, posisi arus di bawah laut masih 0,6 mil per jam, sehingga harus menunggu di bawah 0,2 mil per jam sebagai posisi aman penyelaman,” imbuhnya.‎ Dikesempatan sama, Kepala Syahbandar Utama Tanjung Perak Capt. Rudiana mengatakan pihaknya segera memindahkan kapal yang ditumpangi 212 orang tersebut dalam waktu 2-3 hari ke depan. “Meski dalam undang-undang menyebutkan 180 hari,” tegas Rudiana saat ditanya wartawan, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 20 tahun 2015 diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran yang berbunyi, jika dalam waktu 180 hari kalender sejak kapal tenggelam belum juga di singkirkan, maka pemerintah wajib mengangkat, menyingkirkan atau menghancurkan seluruh atau sebagian dari kerangka kapal/muatannya atas biaya pemiliknya. 

Pemilik yang lalai terancam sanksi pidana penjara paling lama satu tahun dan denda maksimal Rp200.000.000. Aturan tersebut karena banyaknya kerangka kapal karam yang menghalangi dermaga dan/atau jalur pelayaran yang menimbulkan kerugian akibat utilitasnya berkurang karena tertutup bangkai kapal yang karam itu. 
Rudiana menjelaskan, proses pemindahan bangkai kapal dengan cara diikat dan ditarik dengan Tug Boat. Bila memungkinkan, kapal yang dioperatori PT Trimitra Samudra tersebut diangkat dengan bantuan alat semacam pelampung. “Tentunya dengan bantuan armada milik Pelindo untuk menggeser sementara,” imbuhnya. Rudiana memastikan bahwa muatan KM Tanto Hari yang tenggelam di sekitar Bouy 10 pada tahun 2012 lalu tidak mengganggu lalu lintas kapal maupun proses evakuasi bangkai kapal KM Wihan Sejahtera. 

Repoter: Icsan
Editor: Rosyid



Post a Comment

Sorot

Peringatan Nuzulul Qur'an 1439 H di Polres Lam-Tim dengan Santuni Anak Yatim

Lampung Timur , (MI)- Hari Selasa 5 Juni 2018. Polres Lampung Timur mengadakan kegiatan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Nuzulul ...