Breaking News

Wisata Religi Kian Jadi Trend

Wisata Religi Kian Jadi Trend


                               
                                 Wisata Religi Kian Jadi Trend

Jakarta, Media Investigasi 

Wisata religi kian diminati umat muslim. Terbukti banyak paket wisata religi  yang diburu masyarakat luas, khususnya umat muslim.
        Berdasarkan penelitian, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, terjadi kenaikan hingga 165 persen atas perjalanan wisata yang yang didasarkan pada keyakinan diri atau wisata religi, kata Sekretaris Kementerian Pariwisata, Ukus Kuswara.
    "Bangsa Indonesia memiliki keanekaragaman wisata, ada potensi yang tersembunyi untuk digali, diperkuat dan dioptimalkan. Wisata religi menjadi pembeda dan ciri khas peradaban bangsa Indonesia," kata Ukus Kuswara.
         Momen tersebut disikapi Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan potensi religi sebagai salah satu sektor unggulan yang mendorong  meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
       Salah satu kegiatan wisata religi yang ditonjolkan Kemenpar adalah manaqib (Napak tilas kisah orang saleh),  pesantren sirnarasa, cisirri, Ciomas, Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
      Untuk lebih menghidupkan kegiatan tersebut, Kemenpar mengundang sejumlah wartawan Ibukota, mengunjungi  Pesantren Sirnarasa, Panjalu, Ciamis, Sabtu-Minggu, 21-22 November 2015.
     Pesantren yang dibangun Abah Gaos, tokoh spriritual masyarakat muslim Jawa Barat, itu sejak beberapa tahun terakhir sudah menikmati buah  aktivitas wisata manaqib yang dijalankan sejak 20 an tahun silam.
       Kegiatan wisata religi  pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat luas. Terbukti, setiap acara itu digelar pada tanggal 10, ribuan warga muslim dari berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur serta DKI Jakarta, Banten dan Malaysia memenuhi halaman masjid dan kamar-kamar pesantren di Panjalu.
        Sepengamatan media ini. warga muslim yang berdatangan untuk mengikuti wisata Manaqib itu, tidak saja menjalankan pengajian, tetapi juga mendapat siraman rohani dari sejumlah cendekiawan muslim. Yang dinilai sangat istimimewa oleh pengunjung adalah petuah, nasehat dan doa dari Abah Gaos (Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul). Penerus Abah Anom dalam menjalankan kegiatan religius di pesantren Sirnarasa.
        "Abah Gaos juga membantu pelayanan spritual dari masyarakat muslim yang membutuhkan nasihat menyangkut kehidupan pribadi pengunjung. Abah Gaos juga memberikan petunjuk berpuasa sunah dan mengaji kepada pengunjung yang sedang galau karena belum memiliki pasangan, atau ingin memiliki keturunan dan lain-lain," ujar ustadz Adnan, putra Abah Gaos.
        Meningkatnya masyarakat mengikuti Manaqib tersebut, membuat masyarakat sekitar pesantren berlomba-lomba mendukung antara lain dengan mendirikan homestay dan sejumlah warung makan dan minum, toko cinderamata dan lain-lain. Homestay diperlukan untuk menampung jumlah pengunjung yang mencapai ribuan orang setiap acara wisata religi Manaqib digelar, dan tidak tertampung di kamar-kamar pesantren Sirnarasa.
      Ukus Kuswara, yang juga tokoh masyarakat Ciamis, wisata religi Manaqib di pesantren Sirnarasa, sebenarnya sudah dijalankan sejak tahun 90 an, namun baru terlihat peningkatan yang signifikan sejak 10 an tahun belakangan.
       Kegiatan wisata religi Manaqib, kata Ukus,  akan terus dikembangkan tidak di Jabar saja, tetapi juga di daerah lainnya, karena potensinya yang besar dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Salah satunya, Pesantren Sirnarasa yang turut meramaikan sebagai tempat tujuan potensi-potensi yang dijadikan kunjungan wisata religi bagi para wisatawan baik lokal maupun asing.
    Dalam salah satu percakapan di acara Manaqib mengatakan tahun ini terjadi pergeseran tren kepariwisataan. Tren tersebut adalah adalah perubahan paradigma parawisata dari "sun, sand and sea" menjadi "serenity, sustainability and spirituality".
    Kemudian, untuk data seluruh dunia, UNWTO memperkirakan sekitar 330 juta wisatawan global atau 30 persen dari total keseluruhan wisatawan global melakukan kunjungan ke situs-situs religius di seluruh dunia, baik yang berdasar pada motif spiritual ataupun motif kognitif.
    Sebelumnya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bertekad serta meminta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan dan memperbaiki tata kelola destinasi wisata ziarah di Tanah Air. Arief menyebutkan, ia akan fokus pada tiga hal untuk membangun dan memperbaiki tata kelola destinasi wisata ziarah.
    "Saya akan fokus pada pemasaran, destinasi, dan SDM," kata Menteri Arief Yahya.
       Dikatakan Arief, diperlukan pengembangan destinasi wisata ziarah secara lebih serius, termasuk pengelolaan destinasi, pengemasan produk wisata, serta promosi dan pemasaran pada segmen wisata minat khusus tersebut. Khusus untuk tata kelola destinasi, Menteri fokus pada kemasan atraksi dan daya tarik wisata ziarah.
    "Saya minta koreografer dari nasional, pakaian juga diperhatikan. Promosi nanti kita akan bantu di semua tv nasional. Saya juga akan fokus di sanitasi, wc bersih," katanya.
    Ia mengatakan, mulai tahun depan pihaknya akan mengalokasikan Rp1 miliar per satu lokasi destinasi wisata ziarah untuk biaya pengelolaan destinasi khususnya sanitasi bersih.
    Sementara terkait sumber daya manusia (SDM), pihaknya akan menyiapkan 100 orang perlokasi untuk memberikan bimbingan teknis soal hospitality di sebuah destinasi wisata ziarah.
    "Saya mengajak lestarikanlah situs itu, maka situs itu akan menyejahterakan kamu. Ke depan saya berharap wisata ziarah akan menyejahterakan masyarakat di sekitar lokasi wisata tersebut," tandasnya. (Thressno)
Post a Comment

Sorot

Peringatan Nuzulul Qur'an 1439 H di Polres Lam-Tim dengan Santuni Anak Yatim

Lampung Timur , (MI)- Hari Selasa 5 Juni 2018. Polres Lampung Timur mengadakan kegiatan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Nuzulul ...