DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

  Anugerah Pewarta Wisata 2015

Anugerah Pewarta Wisata 2015

Anugerah Pewarta Wisata 2015

Jakarta, Media Investigasi
       Menyadari pentingnya peranan media dalam mempromosikan destinasi wisata, membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya memandang perlu untuk memberikan penghargaan Anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) 2015 kepada para jurnalis dan penulis di media cetak dan elektronik  (televisi dan radio) serta media online.
Arief mengatakan peran media dalam mempromosikan pariwisata Indonesia sangat penting. Informasi mengenai destinasi pariwisata yang disampaikan melalui media mendorong wisnus melakukan perjalanan wisata di tanah air  serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).
      Untuk itu Arief menyambut baik diselenggarakannya APWI yang telah berjalan sejak tahun 2003 sebagai wujud apresiasi pemerintah kepada media sebagai komponen penting dalam pembangunan kepariwisataan nasional yang mengedepankan pendekatan  pentahelix terdiri unsur  pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, komunitas, dan media.
“Jumlah kunjungan wisman  pada Januari hingga Oktober  2015  mencapai  8,017 juta atau tumbuh 3,38%, sedangkan pergerakan wisnus pada Januari hingga September 2015 sebanyak 187,3 juta perjalan. Kita harapkan akhir tahun ini target kunjungan 10 juta wisman dan pergerakan 255 juta perjalanan wisnus akan terlampaui. Capaian ini berkat dukungan peran media dalam memberitakan pariwisata sehingga mendorong minat wisatawan berwisata di Indonesia,” katanya.
Acara pemberian penghaargaan tersebut berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kamis (10/12).
       Sementara Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar Iqbal Alamsyah dalam laporannya mengatakan, penyelenggaraan APWI tahun ini merupakan yang ke-12 kalinya dengan  mengikutsertakan 248 artikel media cetak, 187 artikel media online, 48  judul tayangan televisi, 6 judul siaran radio, dan 21 tulisan pariwisata yang dimuat  selama bulan November 2014 hingga Oktober 2015.
        Tim juri terdiri dari Wahyu Indarsto, Elly N. Hutabarat, Ade Armando, Hari Untoro Drajat, Himawan Bramantyo, Fathul Bahri,  dan Ani Insani Rochmulyati.  Tim juri ini  mewakili kalangan akademisi, industri pariwisata, pemerhati pariwisata, pejabat Kemenparekraf, serta media.
      Pada penyelenggaraan APWI tahun ini panitia memberikan penghargaan livetime achievement award  kepada tiga tokoh pariwisata nasional yakni; I Gede Ardika, Yanti Sukamdani, dan Sapta Nirwandar yang  banyak berjasa dalam pembangunan kepariwisataan di tanah air.
         Tim juri telah menetapkan nominasi pemenang untuk kategori media cetak yakni;

     ALukmanul Hakim Daulay, Majalah Travel Club: judul tulisan“Padang, Sumatera Barat. Dari Sitti Nurbaya Hingga MalinKundang”.
Anwar Siswadi, Koran Tempo: judul tulisan  “Tiga Hari di Bukit Tinggi”.
Frans Ekodhanto, Koran Jakarta:  judul tulisan  “Serunya Berkunjung ke Alun alun  Bandung”.
Mona Sylviana, Koran Tempo:  judul tulisan  “Pantai Tanjung Bira, Keindahan Sang Penyendiri”.
Yuswantoro,  Seputar Indonesia:  judul tulisan  “Wisata Kota Malang: Macyto, Sensasi Baru Wisata Kota Malang”
Untuk kategori media online yakni;

I Made Asdhiana, Kompas.com:  judul tulisan “Wisata Sehari di Toraja Utara
Kurnia Yustiana, Detik.com:  judul tulisan  “Situs Gunung Padang, Misteri Terbesar Indonesia Abad Ini”
Nanang Purwono, Pojoksatu.id:  judul tulisan “Merah Putih Bedah Potensi Bahari Pulau Putri (Bawean)”,
Barry Kusuma,
kompas.com : judul tulisan “IndonesiaTimur Punya Raja Ampat, Indonesia Barat  Punya Kepulauan Anambas” ,
Atman Ahdiat,
kompas.com: judul tulisan “Bromo Masih Jadi Magnet Wisata Alam.
Untuk kategori media televisi yakni;

Judul film: “Segmen Khusus : Papua”, Tayang diTRANS TV,  Produser Darmawan Eko
Judul film: “Inside Madura”, Tayang di CNN Indonesia TV, Produser Indria Nurshanti
Judul film: “Let's Go (Pesona Afrika Van Java)”, Tayang di MNC TV Produser Yadi Hendriana
Judul film:  Surga di Pulau Kei Maluku, Program Ragam Indonesia, Tayang di Trans 7, Produser Aditya Akbar.
Judul film: Indria Nurshanti, CNN Indonesia TV: InsideKalteng.
Untuk kategori media radio yakni;

Judul reportase:  Cintaku Tertambat di Sapudi, RRI, Reporter Herlina Djabir
Judul reportase: Menduniakan Taman Nasional Komodo di Mata Internasional, Stasiun Radio KBR68H,  Reporter Aisyah Khairunniss
Judul reportase: Surga Yang Tak Pernah Mengering di Pantai Pink Stasiun Radio Sindotrijaya FM, Reporter Marlene Karamo.
Judul reportase: Menyapa Lumba-Lumba di Rumahnya, Stasiun Radio Sindotrijaya FM, Reportase Marlene Karamo.
Judul reportase: Nyanyian dari Kerajaan Terakhir, Stasiun RRI, Reporter Herlina Djabir.
Editor : Fatkhul Maskur
(Boeyil)
Post a Comment