Satlantas Polresta Madiun Gelar Sidak -->

Breaking news

Live
Loading...

Satlantas Polresta Madiun Gelar Sidak

Thursday 24 December 2015

Satlantas Polresta Madiun Gelar Sidak

Madiun Jatim, Media Investigasi 
Satlantas Polresta Madiun menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah toko otomotif di Pasar Besi dan Logam Jaya, Kota Madiun, Jawa Timur (Jatim), Selasa (22/12/2015) mulai pukul 11.00 WIB. Mereka mencari sumber knalpot dengan bunyi bising yang kerap disebut brong, blong, blong-blongan atau blombongan.
Sidak yang dipimpin langsung Kasatlantas Polres Madiun Kota, AKP I Gusti Made Merta tersebut menyisir sejumlah toko otomotif di Pasar Jaya yang masih menjual dan memberikan layanan pergantian suku cadang berupa knalpot berbunyi keras itu. Petugas Satlantas Polres Madiun Kota meminta para pemilik toko otomotif itu agar tidak lagi menjual knalpot brong, blong, blong-blongan atau blombongan itu, terutama menjelang Hari Natal 2015 dan Tahun Baru 2016.
“Kami menggelar sidak penertiban knalpot brong kepada penjual. Kegiatan ini untuk menciptakan situasi aman, nyaman, dan kondusif dalam rangka menyambut perayaan Hari Natal 2015 dan Tahun Baru 2016. Kami tidak mau knalpot brong yang bising mengganggu lingkungan masyarakat,” kata I Gusti Made Merta selepas sidak di Pasar Jaya, Selasa.
Bukan hanya mengganggu masyarakat, penggunaan knalpot brong pada kendaraan itu menurut Made Merta, melanggar undang-undang karena tidak sesuai dengan standar spesifikasi teknologi yang diterapkan pabrikan sepeda motor.

Dia menambahkan, petugas Satlantas Polres Madiun Kota berencana menggelar sidak secara rutin ke berbagai tempat atau toko otomotif di Kota Gadis yang disinyalir masih menyediakan knalopt berbunyi bising itu. “Pada dasarnya sidak kali ini sifatnya preventif dan edukatif agar toko otomotif tidak menjual lagi knalpot brong. Namun, suatu ketika toko ketahuan tetap nekat menjual suku cadang kendaraan tersebut bakal kami tindak. Sidak kali ini kami mendapatkan delapan knalpot brong yang beberapa di antaranya diberikan secara sukarela oleh para penjual,” ujar I Gusti Made Merta soal antisipasi gangguan keamanan terhadap perayaan Hari Natal 2015 dan Tahun Baru 2016.(widodo)