DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Alena Wu Luncurkan Album Bahasa Mandarin

Alena Wu Luncurkan Album Bahasa Mandarin

Alena Wu Luncurkan Album Bahasa Mandarin

Jakarta, Media Investigasi
Alasan pembajakan yang terus mendera industri musik Tanah Air  membuat penyanyi cantik berwajah oriental, Caroline Gunawan atau yang populer dengan nama Alena Wu, menunda dalam pembuatan album ketiganya.
        "Pembajakan yang kian merajalela yang membuat saya harus menunda dan bersabar dalam proses kreatif pembuatan album ketiga ini. Sebenarnya kalau kondisi industri musiknya sehat, saya berani ngeluarin album ketiga dan seterusnya setiap tahun," ujar Alena saat peluncuran album ketiganya yang bertaju Xing Fu di Hotel Aston Kuningan Jakarta Selatan Selasa (26/1).
          Alena mengungkapkan di album ketiganya ia menyuguhkan sepuluh lagu, sembilan lagu berhasa diantaranya berbahasa Mandarin dan satu lainnya berbahasa Inggris. Alena Wu, yang pernah menjadi juara utama dalam ajang Asia Bagus Malaysia pada 2000, berharap, lewat album kali ini, dia bisa semakin dekat dengan impian untuk go international.
        "Soal kenapa milih album bahasa Mandarin? Karena,  kalau bikin album berbahasa Mandarin aku bisa masuk Taiwan, Hong Kong, yang banyak pencinta lagu Mandarin. Jadi aku pengen go international juga," kata Alena dengan senyum menawan.
         Sementara, Popo Fauza, suami Alena yang berprofesi sebagai komposer, berperan besar pada album sang istri kali ini.  Sang suamilah yang mengaransemen semua lagu dan menggandeng Ruvan Lin serta Winter Wu sebagai penulis liriknya. "Tiap kali bikin satu karya selalu kebentur sama survei pasar Indonesia. Itu susah banget menurut saya. Akhirnya kami bikin apa yang kami suka dan berkarya," jelas Popo Fauza.
        Di album Xing Fu (Blessed), Alena Wu dan Popo Fauza mengungkapkan tentang cinta, ibu, dan dukungan keluarga. Salah satu lagu berjudul Xing Fu mereka ciptakan sendiri, yang terinspirasi dari momen-momen bahagia dalam hidup.
        Alena mengaku ada tantangan sendiri ketika proses kreatifnya. "Suami kan kurang memahami karakter bahasa Mandarin, sehingga dia hati-hati banget menggarapnya. Takut bermasalah di kemudian hari ya," kata Alena sungguh-sungguh.
          Dan kata Alena menambahkan,"Proses pengerjaan saya main piano langsung keluarin melodi dan diaransemen sampai hampir jadi. Lalu saya kasih ke penulisnya saya kasih tahu pinginnya lagu seperti apa," tutup Alena. (Boeyil)

       
Post a Comment