DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Usmar Ismail Award Siap Digelar

Usmar Ismail Award Siap Digelar

Usmar Ismail Award Siap Digelar

Jakarta, Media Investigasi

        Satu lagi ajang penghargaan buat insan berprestasi, kali ini giliran Yayasan H. Usmar Ismail yang menggelar ajang penghargaan  ‘Usmar Ismail Award’ (UIA). Sebagai bentuk keseriusannya dan berbeda dengan ajang sejenis seperti Festival Film Indonesia (FFI) dan Apresiasi Film Indonesia (AFI) maka euforia UIA secara resmi dililuncurkan. Mengusung tagline ‘Penghargaan Insan Film Indonesia Sesungguhnya’, penghargaan yang diselenggarakan Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (YPPHUI) itu berbeda dengan berbagai penghargaan yang sekarang ada di Indonesia, yang kali ini melibatkan pewarta film sebagai juri untuk menentukan film yang terbaik. Karena film dengan pewarta film menjadi satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan
         “Film dengan pewarta film menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Tetapi kemarin sepertinya berjalan sendiri-sendiri. Golden Globe penilaiannya itu dari jurnalis. UIA murni gagasan dari Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail yang independen. Kenapa insan film tidak menilai film, kami menghindari like dan dislike. Jadi kami mencoba mengembalikan kemurnian festival film dan bukan dari anggaran pemerintah,” kata Adisurya Abdy saat peresmian Usmar Ismail Award di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (15/1/2016) siang.
         Lebih lanjut, Adi menerangkan, ajang penghargaan ini akan menilai seluruh film yang telah ada di layar lebar Indonesia. Terhitung dari bulan Desember 2014 sampai Februari 2016. Nantinya para juri juga akan ditambah pengetahuannya melalu pembekalan singkat yang diberikan oleh panitia.
         “Usmar Ismail Awards tidak buka pendaftaran. Melainkan menilai semua film yang sudah beredar di bioskop dari Desember 2014 sampai Februari 2016. Kalau festival lain membuka pendaftaran peserta. Tapi kami tidak. Cuma menilai film yang beredar. Kenapa kita tidak melibatkan orang film dalam penilaian karena itu dari kami pewarta film yang kerjaannya membuat berita film dan kritik film. Sebelum penilaian dewan juri akan diberikan pembekalan fotografi, directing, skenario, dan wardrobe. Jadi mereka punya dasar wawasan dalam menilai. Semua unsur kita nilai,” jelas Adi.
         Menurut Adi, penjurian film Usmar Ismail Award 2016 yang melibatkan pewarta film akan melalui dua tahap. Penjurian tahap awal dilakukan oleh 15 juri. Sedangkan tahap kedua dilakukan oleh 15 juri awal dan ditambah enam juri lainnya, yakni perwakilan wartawan dari daerah Sabang sampai Marauke.
        “Pewarta film minimal pasti sudah nonton 70 persen dari film Indonesia yang beredar. Pasti mereka menjadi bagian dari premier film. Bagaimana ada film yang belum mereka nonton. Kami ada mekanisme. Ada pedoman menentukan juri dari pewarta film, nanti dimatangkan. Membagi dua penilaian untuk mendapatkan nominasi. Juri juga dari seluruh provinsi. Penilaian Usmar Ismail Award 2016 murni nasional,” pungkasnya.
       Ajang penghargaan yang digelar untuk merayakan Hari Film Nasional ke-66 pada 30 Maret mendatang, itu akan mengadakan berbagai acara off air, mulai dari roadshow, seminar, pameran, workshop, penjurian film, dan pemberian penghargaan yang rencananya akan dilaksanakan 2 April 2016 di Istana Bogor dan disiarkan langsung oleh Trans 7. Sebelumnya, Panitia UIA telah mengadakan ziarah ke makam Bapak Perfilman Indonesia, Haji Usmar Ismail di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat
          Usmar Ismail adalah sutradara yang ikut menanamkan tonggak perfilman Indonesia. Presiden Soekarno pernah menyebut Usmar Ismail "sutradara Indonesia yang sesungguhnya."
        Usmar menempuh pendidikan di Universitas Los Angeles jurusan film, pada 1952-1953.
       Salah satu karya bersejarah Usmar adalah film Darah dan Doa. Tanggal syuting perdana film itu dikenang hingga saat ini sebagai Hari Film Nasional. (Boeyil)

Post a Comment