DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Wulan Guritno Berkesan Main Film Religi

Wulan Guritno Berkesan Main Film Religi

Wulan Guritno Berkesan Main Film Religi

Jakarta, Media Investigasi
       Beragam peran sudah Wulan Guritno mainkan, wajar saja kalau permainannya makin matang. Dari banyak peran yang ia mainkan, yang paling berkesan ketika main film religi yang sarat edukasi Ketika Mas Gagah Pergi
      Meski hanya kebagian peran beberapa scene, Wulan mengaku banyak mendapat pelajaran dari film tersebut.  Baik dari cerita film, para pemain, hingga si penulis novel Ketika Mas Gagah Pergi Helvy Tiana Rosa. Dari cerita film tentu saja Wulan bisa melihat bagaimana proses hijrah seseorang dari yang lebih mementingkan duniawi menjadi lebih religius dan bisa membuat orang di sekitarnya tersentuh dan ikut hijrah.
         "Di film lain, kalau lagi break aku biasanya makan dan ngerumpi sama yang lain. Tapi ketika syuting film ini, aku memdapat pelajaran dari anak muda yang taat pada agamanya yakni Hamas. Ketika pemain lain waktu break digunakan untuk ngrumpi dan aktivitas lain. Sedangkan Hamas justru ambil buku, ngaji, atau sholat,” kata Wulan saat konferensi pers peluncuran film Ketika Mas Gagah Pergi di Plaza Senayan, baru baru ini.
          Kejadian itu membuat Wulan teringat pada masa-masa ketika dia mulai belajar membaca Alquran lagi.
        Dia juga mengaku belajar banyak dari novelis Helvy Tiana Rosa. Yang menurutnya mampu syiar agama Islam dengan linier dan mudah dipahami banyak orang.  Dengan begitu, pelajaran dan nilai-nilai Islam yang terkandung dalam film tersebut bisa dinikmati sekaligus dipelajari oleh para penontonnya tanpa merasa digurui.
          "Di era modern seperti sekarang, harus banyak cara dalam melakukan syiar agama. Hal itu supaya tidak membosankan," ujar Wulan.
          Soal kemungkinan mengenakan hijab setelah ikut terlibat dalam film religi, Wulan menuturkan untuk saat ini dirinya belum siap.  "Untuk saat ini belum siap, tapi tidak tahu kedepannya, karena hidayah dari Allah kan tidak tahu kapan datangnya," tutupnya. (Boeyil)


Post a Comment