Breaking News

SMPN 4 Sape Bima Di Segel Warga

SMPN 4 Sape Bima Di Segel Warga

SMPN 4 Sape Bima Di Segel Warga

Bima, Media Investigasi
Rabu, 17 Febuari 2016 pukul 08.30 wita telah terjadi penyegelan Sekolah SMP N 4 Sape yang dilakukan oleh pihak keluarga Almarhum Hama At Maria yang diwakili Maskur (Menantu Almarhum), 34 tahun, Islam, Swasta, Kec Parado Kab. Bima yang menggugat kembali tanah pergantian dari Pemda Kab. Bima atas tanah milik Almarhum yang sekarang sudah dibangunkan gedung SMPN 4 Sape Kab. Bima.
Akibat dari aksi penyegelan tersebut proses belajar mengajar di SMPN 4 Sape jadi terhambat. Alasannya, bahwa tanah pergantian dari pemerintah Kab. Bima yang berlokasi di So Kale'o, Desa Lambu itu, tidak ada berdasarkan keterangan dari pihak keluarga Almarhum Hama At Maria, serta berdasarkan surat keputusan dari Kepala Daerah tingkat II Bima nomor : 024 / 013 / Tahun 1999 tanah Hak Milik An. Hama At Maria yang berlokasi di SMP N 4 sudah diganti oleh Pemda Bima dengan persil tanah no.7 / II lokasi tanah yang terletak di So Kale'o dengan luas 5.000 m2 Kec. Lambu Kab Bima.
Adapun tuntutan dari pihak keluarga Almarhum Hama At Maria antara lain, Kami datang untuk mengambil kembali tanah kami yang diambil oleh pemerintah Kab. Bima sejak tahun 1999 sampai saat ini. Kami masyarakat awam yang sudah merasa ditipu oleh Pemerintah selama 17 tahun lamanya.
Kami masyarakat bodoh jangan sampai bertindak bodoh. Kosongkan tanah milik kami yang telah dipakai untuk pembangunan gedung Sekolah SMP N 4 Sape yang terletak di Desa Sangia Kec. Sape Kab. Bima selama belum ada kejelasan lokasi tanah penggantinya dengan kurun waktu selambat-lambatnya 1x24 jam, maka kami akan bongkar tembok yang berdiri di atas tanah kami. Dimana tanah pengganti milik masyarakat yang dipergunakan untuk lokasi pembangunan SMPN 4 Sape.
Segera diperjelas lokasi tanah pengganti milik masyarakat yang telah dipergunakan untuk lokasi pembangunan SMPN 4 Sape sekarang. Tidak adanya itikad baik yang diambil oleh pemerintah daerah Kab. Bima hari ini untuk menyelesaikan lokasi penetapan tanah pengganti dari Almarhum Hama At Maria yang digunakan untuk pembangunan SMPN 4 Sape.
Pukul 10.17 wita penyegelan gerbang sekolah SMPN 4 Sape kembali dibuka setelah dilakukan negosiasi oleh Unsur Muspika Kec. Sape dan akan mengupayakan penyelesaian secepatnya terkait permasalahan tanah tersebut dengan pemerintah daerah Kab. Bima. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman serta lancar dan dilakukan pengamanan oleh gabungan personil Polsek Sape di pimpin oleh Kapolsek Sape AKP Arifuddin, S.Sos.
Pada media ini Rabu 17/2, ketika selesai mediasi, 'kita sudah memberikan pengamanan agar tidak terjadi hal hal lain yang berkaitan dengan pidana,,masalah tanah itu,berkaitan dengan perdata,silakan klarifikasih di kantor badan pertanahan nasional dan pemda kab bima,Ungkap polsek.
Alhamdulillah, sudah menyimpulkan, untuk membuat pernyataan, dan bersama muspida untuk ke pemda Kab Bima,” ujarnya.
Dan pemerintah bisa menempatkan anggota,untuk mengendalikan hal hal yang tidak di inginkan, dan meminta kerja sama dengan seluruh madyarakat sape ini,agar tercipta kabtibmas dan ketertiban serta keamanan yang lebih aman lagi,” Ucap polsek.

Sekcam sape,Muhammad Akbar SP,M.Si,sudah menyimpulkan untuk bersama muspida akan bersama sama ke pemda kab bima,mereka menuntuk,lahan yang di bangun pada sekolah tersebut pada tahun 1999,sekalipun sudah di ganti oleh pemerintah pada saat itu,tetapi belum ada kejelasan lokasinya,Ucapnya. (Edi Mulyadin)
Post a Comment