Breaking News

Non Stop 24 Jam Menari Diikuti 6.300 Penari

Non Stop 24 Jam Menari Diikuti 6.300 Penari

Non Stop 24 Jam Menari Diikuti 6.300 Penari

Solo, Media Investigasi

        Pesta tari tingkat nasional bertajuk 24 Jam Menari untuk ke 10 kalinya di gelar di kota Solo. Tidak kurang 6.300 penari meriahkan ajang tahunan kebanggaan masyarakat Solo itu.
Perhelatan Akbar yang digelar dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia akan dimulai hari kemarin Kamis (28/4) hingga Jumat hari ini (29/4). Ribuan penari dari berbagai komunitas tari baik lokal maupun internasional akan mengisi 11 panggung dalam acara yang dipusatkan di Institut Seni Indonesia Surakarta.
        Acara 24 Jam Menari
dibuka dengan karnaval ratusan penari yang berkeliling kawasan sekitar kampus ISI lengkap dengan kostum masing-masing mulai pukul 14.00 Wib. Komunitas yang akan terlibat diantaranya adalah Barong Thir-tur Sogok Thunteng, Komunitas Kalimantan ISI Ska, Jaranan Buta Banyuwangi dan lainnya.
        "Ini adalah salah satu unggulan dari ISI Surakarta yang sudah masuk tahun ke-10. Sudah berusia satu dasawarsa dan semakin hari semakin besar antusias masyarakat, khususnya Surakarta dalam menyambut Hari Tari Dunia," ujar Prof. Dr. Sri Rochana W., S.Kar., M.Hum, Rektor ISI Surakarta kepada awak media di kampus ISI Solo (28/4).
           Rochana menambahkan
antusiasme yang tinggi dari masyarakat pecinta seni tari  membuat pihak penyelenggara memperpanjang durasi penyelenggaraan dari rencana awal 24 jam menjadi 36 jam.
        "Sambutan masyarakat yang begitu tinggi, sampai panitia harus mengubah jadwal dan program semula hanya tanggal 29 April saja, akhirnya dimajukan dari 28 hingga 29 April," kata Sri  Rochana
          Panitia penyelenggara 24 Jam Menari tahun tahun ini mengusung tema "Menyemai Rasa, Semesta Raga" yang merupakan rangkuman dari sembilan tema sebelumnya dan merekonstruksi pemahaman masyarakat tentang tari.
         Menurut Sri Rochana, tari bukan hanya kegiatan fisik semata tetapi kebutuhan manusia untuk menemukan keserasian dengan lingkungan guna mempertahankan kesinambunganya.
      "Kami sepakati tema tersebut dengan harapan adanya keseimbangan antara naluri di dalam gerakan fisik tari, tapi juga apa yang kita rasakan dalam tari bisa mempengaruhi kehidupan masyarakat sekarang ini. Dan di dalam tari ini banyak sekali yang bisa diwujudkan untuk menjadi contoh untuk diimplementasi di kehidupan sehari-hari," ujar Sri Rochana.
        Seperti tahun tahun  sebelumnya, tempat gelaran 24 Jam Menari terbagi di dua lokasi. Yakni di kompleks ISI Surakarta yang menyediakan lima panggung, seperti pendapa, panggung depan rektorat, teater besar, teater kecil dan teater kapak.
          Pagelaran utama "24 Jam Menari" sendiri akan dilangsungkan di panggung depan rektorat. Dimana dua penari, yakni Samsuri S.Kar, M.Sn dan Mujdo Setiyo menari selama 24 jam non stop hingga pukul 16.30 Wib esok.
       Selain itu ada juga pementasan tari Bedhaya 'Minangkalbu' pimpinan Eny Sulistyowati di panggung Pendopo 3 pukul 19.00 WIB.
    Lokasi lainnya di sejumlah tempat keramaian di Solo seperti halaman benteng Vastenburg, jalan jenderal Soedirman, SMKN 8 Solo serta di dalam Grand Mall Solo, Solo Square serta Solo Paragon Lifestyle Mall.
        Rangkaian acara di mall dan seputaran Kota Solo akan dimulai pada Jumat (29/4) hari ini. Dalam rangkaian festival di kota juga akan menghadirkan 12 komunitas tari internasional, seperti dari Malaysia, Jepang dan Singapura.
           Untuk acara puncaknya sendiri akan menampilkan Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo dan Wakil Wali Kota Solo akan menari bersama 1.645 orang penari. (Boeyil)
Post a Comment