Breaking News

Berkarya Di Dalam Kegelapan

Berkarya Di Dalam Kegelapan

Iwan RW. Wendy dan Sutisna saat di kediaman RW. 007
Pondok Aren, Media-Investigasi- Memiliki keterbatasan bukan berarti tidak bisa berprestasi berbuat apa-apa, seorang tunanetra memiliki keterbatasan dan kehilangan kemampuan untuk melihat. Keterbatasan untuk melihat tidak lantas putus asa.
Seperti yang dijalani dua warga RT. 002 RW. 007 Kelurahan Pondok Pucung Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan dengan sabar, Iwan (34 th) dan Sutisna (41 th) yang tetap berjuang menjalani hidup untuk maju tanpa mengharapkan belas kasihan orang.
Waktu di sambangi wartawan media-investigasi.com di kediaman RW. Wendy (01/05/16) Iwan menuturkan "sangat berharap perhatian dari Pemerintah Tangsel untuk memberi pasilitas agar kaum tunanetra yang senasib dengan saya yang berdomisi di Tangsel tidak gaptek, saya sekarang lagi kursus sofwer sunar di Lebak bulus Jaksel, komputer berbasis suara khusus untuk para tunanetra agar bisa berselancar di dunia maya mas" ucap Iwan.
Selain keahlian di bidang komputer Iwan sangat multi talenta pijat terapi, bermain musik dan "suaranya juga merdu" imbuh RW. Wendy menambahkan, "sangat mendukung bila mana Iwan dan komunitasnya mendapatkan bantuan pelatihan atau pun bentuk pasilitas agar kaum tunanetra, bisa lebih berkembang dan bisa mensejajarkan kesejahteraan pinansial keluarganya".
Iwan dan Sutisna sudah menikah Iwan memiliki satu anak dan Sutisna dua anak, "kalau Sutisna ahli di bidang kuliner mas, masakannya enak" imbuh RW Wendy.
Sutisna kesehariannya jualan kue cakwe dengan tongkatnya yang selalu setia menemani, semestinya Pemerintah Tangsel memberi perhatian lebih  ke masyarakat yang berkebutuhan khusus seperti tunanetra dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang bisa memberikan jaminan untuk hidup lebih mapan. (Rosyid)

Post a Comment