Breaking News

Pesantren Al-Mizan Majalengka Gelar Wisata Religi

Pesantren Al-Mizan Majalengka Gelar Wisata Religi

Pesantren Al-Mizan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Gelaran Wisata Religi
Majalengka, Media Investigasi-Menyadari wisata religi kian diminati masyarakat luas, khususnya umat muslim. Kementerian Pariwisata terus menggenjot program wisata religi dengan menggandeng berbagai pesantren di seluruh Indonesia. Salah satunya menggandeng pesantren Al-Mizan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Gelaran wisata religi di pesantren Al Mizan tahun ini mengusung judul "Festival Pesona Wisata Religi Al-Mizan".

Festival yang menampilkan kolaborasi beberapa seni budaya yang bermuatan religi digelar di komplek pesantren modern Al-Mizan pada 27 -28 Mei 2016.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mendukung penuh  terselenggaranya festival Pesona Wisata Religi Al-Mizan. Menurutnya kegiatan ini dapat berdampak menarik jumlah kunjungan wisatawan nusantara.


"Kegiatan wisata religi kian diminati masyarakat muslim di Indonesia. Ini artinya kegiatan ini bisa mengundang wisatawan nusantara dan mancanegara. Apalagi festival Pesona Religi adalah peristiwa prosesi atraksi wisata budaya," ujar Arief Yahya dalam keterangan tertulisnya.
      
Untuk itu Kementerian Pariwisata mendukung pelaksanaan kegiatan yang diharapkan bisa menjadi agenda mempromosikan branding Pesona Indonesia.
        
Sementara Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti ketika ditemui di Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka mengatakan, kegiatan tahunan ini sangat positif dan mampu menumbuhkan serta memberdayakan masyarakat sekitar melalui kemasan budaya yang menarik untuk pariwisata Nusantara.
     
"Tujuan lain dari Festival Pesona Wisata Religi Al-Mizan untuk mendorong pemerintah daerah bersama stakeholder yang lain untuk membangun destinasi wisata religi Indonesia yang berdaya saing tinggi," kata Esthy.
       
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan, Ciborelang, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, KH. Maman Imanulhaq Faqieh, mengaku senang dan bangga kegiatan Festival Pesona Wisata Religi Al Mizan apalagi didukung pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata.
        
"Sebagai pengasuh Pondok pesantren ini, tentu kami senang atas dukungan Kementerian Pariwsata. Artinya pemerintah pusat melihat potensi besar Festival Pesona Religi Al Mizan bisa mendatangkan wisatawan baik dari dalam maupun mancanegara," ujar KH Maman.
         
Sebagai putra daerah Majalengka KH. Maman optimis ke depannya Pesona Religi di Majalengka bisa berkembang pesat. "Apalagi jika nanti Bandaranya sudah operasional, sehingga memudahkan wisatawan berkunjung ke Majalengka," kata KH. Maman optimis.
         
Dikatakan KH Maman yang juga anggota DPRI dari Fraksi PKB ini kalau Majalengka memiliki destinasi wisata yang memiliki pesona wisata yang tidak kalah dari daerah lain. "Destinasi wisata di Majalengka sangat potensial untuk mendatangkan wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Wisata kulinernya juga tidak kalah dengan daerah lain," ujar KH. Maman.
      
Sebagai daya tarik Festival Pesona Wisata Religi Al-Mizan ditampilkan kolabirasi antara Wayang Ajen dengan Wayang Kulit Dermayon.
       
Kedua wayang berbeda genre itu akan tampil berkolaborasi pada puncak acara, Sabtu (28/5) malam. Ki Dalang Wawan Ajen dari Wayang Ajen juga akan berduet dengan KH. Maman Imanulhaq menyampaikan Dzikir Kebangsaan dan dipadupadankan dengan Wayang Kulit Dermayon Ki Dalang H.Rusdi serta Monolog Penyair Sunda Godi Suwarna.
        
Sebelum Wayang Ajen tampil ada pèngantar pertunjukan yang akan disampaikan Guru Besar FIB Unpad Prof.Dr.H.Dadang Suganda, M.Hum. Penampilan Wayang Ajen juga akan dimeriahkan para penari cantik dan kreatif serta penyayi pop Sunda Rika Rafika yang ngetren dengan lagu Karedok Leunca.
        
Selain itu ada lawakan segar dari Aman Amin juara API yang kocak dan dipastikan bakal menghibur pengunjung. Sebelumnya Sabtu pagi hingga siang ada Karnaval Seni Budaya, Ritual Bakar Tanah, Fashion Show Baju Tanah, Live Musik, Klolosal Tanah Liat, Live konser Hanyaterra, Festival, Dulag & Dondang, Parade Seni Budaya Lokal:Barongsai, Kuda Renggong, Singan Depok, dan Tari Topeng. Setelah itu sejumlah pentas komunitas.
       
Sehari sebelumnya, Jumat (27/5) pagi ada Karnaval Wisata Religi, Jalan Sehat Cinta Wisata, Deklarasi Gerakan Nasional Sadar Wisata, Musik Etnik Bambu (konsep kampung Jatitujuh), aksi donor darah dan pengobatan gatis, Festival Hadroh Kebangsaan, dan Seminar Pariwisata yang bertema "Mengangkat Potensi Wisata Lokal di Kancah Nasional" dengan menghadirkan narasumber Taufik Razen (pengamat budaya) dan Arthur. S. Nalan (pakar budaya).
      
Di lanjutkan Pagelaran Seni Santri Nusantara, Pameran Wisata, Kerajinan, Kuliner Lokal dan Komunitas serta Lomba dan Pameran Foto Wisata & Budaya.
         
Promosi festival ini dilakukan dengan memanfaatkan IT, internet dan sosial media. Kemenpar tak ingin melewatkan penggunaan instrumen digital, karena ini merupakan potensi jumlah besar pengguna internet dan tingkat keaktifan netizen dalam mengolah jari dan matanya di dunia maya.
          
Media baru ini, lanjut Raseno benar-benar dimanfaatkan Kemenpar menjadi media promosi sebagai bukti dukungan promosi pariwisata nusantara.
          
"Hasilnya memang efektif. Masyarakat begitu aktif meluncur di dunia maya. Mulai banyak yang mencari tahu. Masyarakat jadi makin mudah mengakses informasi. Nah, kesempatan-kesempatan inilah yang coba dimanfaatkan Kemenpar sebagai media promosi," ujarnya.
          
Kemenpar pun mulai membungkus beberapa aktivitas seperti ini sebagai bagian dari wisata religi. Ada pergerakan masyarakat, ada aktivitas keagamaan, budaya, kuliner, kerajinan tangan, penyewaan kendaraan, penginapan, souvenir, dan ekonomi kreatif lainnya.
           
Ribuan pengunjung diperkirakan akan tumpah ruah menyaksikan Festival Pesona Wisata Religi Al Mizan 2016 karena memang daya tariknya yang luar biasa, dengan konsep pengemasan kegiatan sebagai atraksi pariwisata yang dapat menyedot ribuan pengunjung.
          
Terlebih Pesantren Al-Mizan sudah lama terkenal sebagai ponpes yang juga menumbuhkembangkan kegiatan seni budaya di kalangan santrinya hingga namanya tersohor seperti sekarang ini. (Buyil)

Post a Comment