DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

FILM THE DOLL, KEREN TAPI KURANG MENAKUTKAN

FILM THE DOLL, KEREN TAPI KURANG MENAKUTKAN

Film The Doll, Keren Tapi Kurang Menakutkan

JAKARTA, MEDIA INVESTIGASI Hitmaker Studio rumah produksi milik Soraya intercine Film salah satu raksasa industri film Tanah Air. Memang disengaja khusus untuk memproduksi film genre horor, salah satu film produksinya yang sukses Rumah Kentang, Mall Klender, Tarot dll. Dan dalam rangka Halloween Day yang akan datang , Hitmaker kembali menggelontorkkan film horor berkelas dengan tajuk The Doll. Untuk mengundang penontong ke gedung bioskop Rocky Soraya memasang deretan artis yang memiliki penggemar segudang. Sebut saja Shandy Aulia, Denny Sumargo dan Sarah Wijayanto.

"Demi kualitas cerita kami menggarap film ini selama 1 bulan, yang paling banyak menyedot jadwal syuting adegan action sampai dua puluh lima hari dan untuk dramanya cuma l jam per hari," ujar Rocky usai nobar awak media di bioskop Djakarta Theater Jumat (20/10).

          
Boneka yang seharusnya menjadi mainan yang menggemaskan tapi justru sebaliknya menjadi menakutkan dan menebar petaka. Boneka dalam film produksi Hitmaker Studios dengan arahan Rocky Soraya ini menjadi medium arwah jahat yang tidak tenang untuk menuntaskan dendamnya, boneka itu bernama Ghawiah yang artinya jahat. Dulu boneka itu adalah milik seorang anak kecil bernama Uci yang meninggal ketika ia dan seluruh keluarganya dibantai secara keji dalam perampokan.
         
Film ini diawali dengan paparan ketika anak kecil yang curhat mengenai boneka pembawa petaka,mulai dari mereka bepergian melewati Jalan Siliwangi Bandung kemudian adik mereka yang laki-laki kencing di bawah pohon yang ternyata di atas pohon itu terdapat boneka jahat pulangnya mereka mereka mengalami kejadian-kejadian aneh, yang akhirnya membuat mereka semua celaka.
         
Setelah itu, adegan beralih pada kisah sepasang suami-istri Anya (yang diperankan Shandy Aulia dengan akting yang kian matang) dan Daniel (Denny Sumargo) yang pindah ke sebuah rumah di Bandung dan siap menjalani kehidupan baru mereka. Tanpa sengaja, Daniel membawa pulang sebuah boneka dari lokasi proyek tempat ia bekerja di Jalan Siliwangi, Boneka tersebut ada di atas pohon yang kemudian ditebang untuk keperluan proyek real estatenya.
         
Anya, pembuat boneka, dengan senang hati meletakkan boneka itu di rumah mereka. Tapi Niken (diperankan Vitta Mariana yang membelalakkan mata penonton dengan kecantikan dan keseksiannya), tetangganya kaget ketika melihat boneka itu dan menceritakan perihal asal muasal boneka itu yang bernama Ghawiah yang artinya jahat, Niken pun menceritakan bahwa dulunya boneka itu adalah milik seorang anak kecil bernama Uci yang meninggal ketika ia dan seluruh keluarganya dibunuh secara keji dalam perampokan.
         
Hal-hal aneh mulai terjadi: boneka yang pindah tempat sendiri, bel pintu yang bunyi tanpa ada orangnya, dan suara anak kecil pada malam hari. Tidak hanya sampai disini, karena penonton diajak untuk melihat adegan-adegan yang menegangkan sekaligus menyeramkan.
         
Keadaan yang sedemikian mengerikan membuat Anya dan Daniel harus meminta bantuan Bu Laras (diperankan Sara Wijayanto dengan cukup menyakinkan ilmu linuwihnya), paranormal yang sebelumnya berhasil menaklukkan boneka penebar petaka itu. Sebenarnanya Bu Laras tak mau berurusan dengan boneka, tapi jiwa penolong yang membuat dirinya kembali menaklukkan boneka jahat itu semua dilakukan demi misi kemanusiaan.
          
Menonton film ini, kita seperti merayakan kengerian bersama boneka pembawa petaka. dengan Sebagian penonton merasakan kengerian tapi tetap menonton lagi,seperti makan sambel pedas yang tidak ada kapok-kapoknya, ingin terus dan terus memakannya. 

Begitu juga dengan film ini seperti tak terlewat sedetikpun, banyak hal-hal yang tak terduga yang membuat boneka jahat itu begitu tega dan amat sangat sadisnya ingin menghabisi Daniel. Jika penasaran, silakan saksikan film ini yang mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 27 Oktober 2016 menjelang perayaan Halloween yang semakin membawa kita pada perayaan puncak kengerian. 

Repoter; Buyil
Editor; Rosyid

Post a Comment