DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

OM TOLELET OM DI RUSAK BAND

OM TOLELET OM DI RUSAK BAND

Om Telolet Om Dirusak Band

Jakarta, Media Investigasi- Kreativitas tiada henti buat para seniman, khususnya musisi. Ketika fenomena Om Telolet Om  meledak, musisi dan produser rekaman suara rame-rame mencari keberuntungan di fenomena klakson bus itu. 

Beberapa tembang yang mengusung bunyi klakson rame bermunculan salah satunya Goyang Telolet karya Zul Bahar yang di populerkan oleh pedangdut Carmelita Babyta.        
        
Goyang Telolet kemudian ramai dibawakan penganyi dangdut lokal Jawa Timur di dipanggung-panggung Koplo Jawa Timuran.

Selain Babyta, salah satu band yang mempelopori lagu tersebut adalah Rusak Band yang merupakan grup band dangdut asal Probolinggo Jawa Timur. 
        
Sebenarnya ada yang unik dari nama Rusak Band, yang punya arti Rumah Sakit. Kini keberadaan mereka menjadi viral lantaran membawakan lagu Goyang Telolet versi Koplo dan personilnya merupakan karyawan RSUD dr Mohammad Saleh Probolinggo Jawa. 
         
Band tersebut dapat kejutan dengan kehadiran host kondang Feni Rose dan Tim Rumpi TransTV ke markasnya hanya untuk menyaksikan langsung aksi Rusak Band. 
       
Bukan itu saja, Feni Rose juga menemui Direktur RSUD dr.Mohammad Saleh Probolinggo, Dr. Bambang Agus Suwignyo, minggu lalu "Seperti sudah diungkapkan jika Rusak Band artinya Rumah Sakit Band, karena saya yang bentuk di RSUD ini yang para personilnya merupakan karyawan rumah sakit ini,” ungkapnya. 
         
Bambang menambahkan, band bentukannya itu sering pentas diacara besar di Probolinggo. 
        
“Bahkan sampai luar kota, dan rencana dalam waktu dekat akan tur ke 15 kota di Jawa Timur bersama Ada Band,” terangnya. 
       
"Aku bangga bisa diliput oleh Rumpi TransTV, artinya keberadaan kami Rusak Band sudah diakui secara nasional bisa membawa nama baik RSUD dr Mohammad Saleh," kata Manis vokalis Rusak Band yang merupakan staf kepegawaian di RSUD dr. Mohammad Saleh.

Sayangnya Fenomena Om Telolet Om mulai meredup sehingga media masa tidak lagi mengangkatnya. Jadi dibutuhkan kreativitas tinggi dalam mempromosikan single Om Tolalet Om. "Betul, kami mesti memilili kreativitas dalam membuat promonya," pungkas Manis. 

Rep/Buyil
Editor: Rosyid. DLL



Post a Comment