DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

PENTAS SPEKTAKULER MINTARAGA

PENTAS SPEKTAKULER MINTARAGA

Kami sengaja memadatkan cerita. Karena menyadari masyarakat sekarang tidak bisa berlama-lama untuk menikmati pertunjukan wayang.

Jakarta, Media Investigasi- Ditengah gempuran budaya asing yang merangsek ke kehidupan masyarakat Indonesia, Wayang Wong Sriwedari menggelar pentas wayang spektakuker dengan judul Mintaraga. Menyadari di zaman serba cepat, orang tidak lagi bisa meniknat pertunjukan wayang berjam-jam seperti masa lalu. Maka para generasi muda pewayangan melakukan pertunjukan wayang secara singkat namun tidak meninggalkan benang merah dan intisari cerita yang tersirat.

“Kalau pertunjukannya terasa singkat, karena kami sengaja memadatkan cerita. Karena menyadari masyarakat sekarang tidak bisa berlama-lama untuk menikmati pertunjukan wayang. Untuk itu kami menghadirkan pementasan yang singkat, menarik tapi tidak meninggalkan benang merah”, ujar Eny Sulistyowati S.pd. pimpinan Triadhika Production sekaligus produser pementasan wayang wong Sriwedari dengan cerita Mintaraga usai pementasan di Gedung  Pewayangan Kautamaan Taman Mini Indonesia Indah Selasa (25/4).

Eny sebagai penggiat tari dan wayang orang menambahkan “Dengan semangat menjaga budaya, kami ingin memberi ruang apresiasi melalui pementasan Wayang Orang Sriwedari. Seni tradisi sebagai ungkapan kehidupan yang tidak hanya mengandung tatanan estetika, namun juga pandangan hidup, tata nilai dan identitas diri”, kata Eny.

Sementara Walikota Surakarta F.X Hadi Rudyatmo mengatakan Pemkot mendukung penuh pelestarian seni wayang sebagai warisan leluhur bangsa, Wayang harus dilestarikan dan diberdayakan.

“Kami mendukung agar WOS (Wayang Orang Sriwedari) juga menjadi ikon dunia, sebagaimana Wayang mendapat pengakuan dan penghargaan di Badan Dunia PBB-UNESCO. Tampilnya WOS di Jakarta kali ini diharapkan dapat membuka mata hati dan pikiran, bagaimana kita dapat menghargai sejarah, warisan leluhur bangsa”, katanya.

Selain itu kata Rudyatmo menambahkan Pemkot Surakarta tengah berencana membangun Gedung pertunjukan wayang orang Sriwedari. “Nantinya gedung wayang  Sriwedari kami harapkan bisa menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang bisa dibanggakan warga Surakarta khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya”, ujarnya.



Pertunjukan WOS berdurasi 120 menit ini, juga didukung seniman Wayang profesional lainnya, diantaranya, Wasi Bantolo (berperan sebagai Kiratarupa), dan Heru Purwanto (Batara Guru).

Lakon ‘Mintaraga’ mengisahkan perjalanan Arjuna ketika menjadi pertapa bernama Ciptoning (Mintaraga). Dalam pertapaan, Arjuna banyak menghadapi berbagai ujian dan cobaan oleh Dewa. Hal ini untuk menguji seberapa besar keteguhan hatinya.

Lakon Mintaraga memberi tafsir bahwa ketika seseorang mencapai tingkatan tertinggi kembali dipertanyakan, apakah pencapaian tersebut telah sesuai dengan kodratnya sebagai manusia, dalam arti sebagai titah yang harus mengemban tugas kemanusiaan secara utuh. Hidup selaras, serasi dan seimbang terhadap sesama manusia, alam dan Tuhan. (buyil)

Post a Comment