Breaking News

AWAS!!! PUPUK PALSU BEREDAR DI SULBAR

AWAS!!! PUPUK PALSU BEREDAR DI SULBAR

Menurut Sekprov Sulbar, jika itu benar, maka bukan kesalahan dinas, namun yang perlu  disalahkan  adalah pihak kontraktor dan pihak pabriknya selaku penyedia produk.

Mamuju, Media Iinvestigasi- Isu hangat  di masyarakat Sulbar  tentang adanya pupuk palsu Tahun Anggaran 2016 melalui Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat, ternyata  rumor bukan hanya berhembus di Sulbar saja, tetapi sudah  skala nasional. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Drs..H.Ismail Zainuddin,.M.pd, saat di ruang kerjanya Jum'at pekan lalu.

Menurut Sekprov Sulbar, jika itu benar, maka bukan kesalahan dinas, namun yang perlu  disalahkan  adalah pihak kontraktor dan pihak pabriknya selaku penyedia produk. “Dan tentu hal tersebut, tidak bisa ditoleril,  kalau memang itu benar,” tandasnya.

Terpisah, salah seorang aktivis LSM  Masyarakat Anti Penyalangguanaan Jabatan Sulbar, Mustajar mengatakan bahwa isu yang beredar di masyarakat tentang dugaan adanya pupuk palsu itu, bisa saja terjadi tetapi perlu kita kaji bahwa yang menentukan palsu atau tidaknya produk itu tergantung dari hasil laboratorium. Tentu hasil labnya di berikan  kepada Dinas Pertanian Provinsi Sulbar, “Artinya pihak Dinas tidak mungkin menerima produk itu kalau belum ada hasil laboratorium,” tuturnya.

Lanjutnya, “Saya yakin  Dinas Pertanian  Sulbar akan menerima produk itu bila sesuai spesifikasi pesanan,” kata Mustajar via telepon selulernya.

Sementara itu, salah seorang petani, Puang Juhaeni asal Desa Amola Kecamatan Binuang Kabupaten Polman mengungkapkan bahwa dirinya telah menggunakan pupuk NPK bantuan Dari Dinas Pertanian Provinsi, namun hasil panenya tetap sama dari tahun ke tahunya. Menurutnya lelaki paruh baya itu, bahwa bila pupuk yang dia gunakan adalah pupuk palsu, maka hasil panen padinya berkurang.

Lanjutnya Puang Juhaeni bahwa dirinya  pernah tidak menggunakan pupuk  dari Dinas Pernatanian Provinsi Sulbar, sehingga  hasil panen padinya  menurun hingga 50 persen.

"Saya selalu pake pupuk NPK  nak, yang di bagi-bagikan oleh Ketua Kelompok Tani, gabah saya tetap ji begitu hasil nya. Dan pernah tahun 2015  itu pupuk tidak saya pakai, hasil gabah ku waktu itu sangat berkurang. Beruntung saat itu banyak buah coklatku, untuk menambah uang belanja, " kata lelaki di Polman yang enggan lagi tidak memakai pupuk saat di temui awak media (Musraho).
Editor: Rosyid
Post a Comment