Breaking News

Tangsel Suksesi MTQ VIII

Tangsel Suksesi MTQ VIII

Penyelenggaraan MTQ yang memiliki makna yang tidak kalah pentingnya, MTQ mengarahkan kita untuk mencintai Alquran.

Tangsel, MEDIA INVESTIGASI.COM- Usai mengukuhkan para Dewan Hakim Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Tingkat Kota Tangerang Selatan (Tangsel), di lapangan Cilenggang Kecamatan Serpong (25-28 September 2017). Walikota Tangsel, Hj. Airin Rachmi Diany, mengawali sambutannya dengan mengucapkan selamat atas dewan hakim yang telah dilantik, Senin (25/9/2017) malam. "Insya Allah, mudah-mudahan semoga bisa menjalankan  amanah, tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya sehingga MTQ VIII Tingkat Kota Tangsel bisa berjalan maksimal," tuturnya.

Selanjutnya ucapan terimakasih ditujukan kepada para pihak yang terus memberi dukungan dan suport kepada pemkot termasuk kepada masyarakat atas partisifasinya serta kepada Kapolres Tangsel dan jajarannya dalam penanganan arus lalu lintas.

Mengawali pokok sambutannya,  Airin menambahkan sambutan Camat Serpong, Mursinah sebelumnya yang berjanji sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi,  bahwa bukan hanya sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi saja,  tapi juga harus sukses dalam pertanggungjawabannya.

Lanjut Airin,  "jika ditelusuri dari makna kegiatan MTQ yang sedang diselenggarakan ini, adalah merupakan suatu kegiatan yang sangat mulia. Bahwa MTQ memiliki peran untuk mendekatkan masyarakat dan  Alquran. Mendekatkan dalam arti mendorong masyarakat untuk lebih meningkatkan pemahaman tentang isi dan kandungan Kitab Suci Alquran serta mendorong masyarakat untuk mengamalkan apa yang telah dipahami tersebut melalui sikap dan perilaku sehari-hari",

"Oleh karena itu sering diungkapkan bahwa MTQ bukanlah kegiatan seremoniak keagamaan saja, bukan pula ajang untuk mencari yang terbaik dalan kategori-kategori yang dilombakan, melainkan yang lebih penting dari itu  semua adalah sebuah kegiatan yang memiliki kandungan nilai dakwah yang lebih sangat tinggi," jelasnya.


"Alhamdullilah, tahun demi tahun kegiatan MTQ walaupun tingkat kota, namun saya menyampaikan tidak kalah dengan lomba tingkat Provinsi Banten," tuturnya.

"Ada satu sisi lain dari penyelenggaraan MTQ yang memiliki makna yang tidak kalah pentingnya, MTQ mengarahkan kita untuk mencintai Alquran yang bagi umat Muslim merupakan sumber petunjuk dan pedoman hidup yang tidak pernah kering, bagi kaum Muslim Alquran merupakan sumber penuntun kehidupan untuk memperoleh kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Alquran tidak hanya berisi prinsip-prinsip keimanan namun juga berisi sumber nilai-nilai universal ilmu pengetahuan dan hikayat kehidupan yang dikemas dengan bahasa yang indah, penuh dengan filosofi keteladanan, serta peran moral yang luhur dan agung. Disamping manfaat dalam rangka menambah pemahaman dan penghayatan kandungan Alquran, MTQ tingkat kota memiliki makna penting lainnya yaitu mempererat tali silaturahmi, menjaring qori/qoriah potensial yang nantinya menjadi calon peserta MTQ tingkat provinsi bahkan lebih jauh lagi di tingkat nasional bahkan internasional".

"Insya Allah, kami akan pelajari bahwa hasil survey itu seperti apa dan kalau memang berapa respondennya, sehingga kita bisa tahu, bisa dipecah lagi sampai ke tingkat kecamatan apakah mungkin, sehingga kita bisa tahu angka 76 dimana saja, kalau tadi sudah disampaikan 20 persennya lancar, yang 76 itu yang tidak dan yang kurang lancar, jadi mudah-mudahan ini bisa menjadi arah LPTQ tingkat Tangsel, Pak Sekda beserta seluruh jajarannya untuk terus memperdalam terus menghidupkan LPTQ di tingkat kecamatan," pungkas Airin.

Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Banten Syibli Sarjaya dalam sambutannya mengatakan, bahwa pada bulan Juni/Juli di Provinsi Banten telah dilakukan survey tentang Melek Huruf Alquran, namun hasil survey sangat menyedihkan karena 76,72 (tujuh puluh enam koma tujuh puluh dua) persen masyarakatnya belum lancar membaca Alquran. (mi*/BR/SG)
Post a Comment