DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Dalam Aksi Ormas Tolak LGBT Seruankan  Jangan Pilih Partai Pendukung LGBT

Dalam Aksi Ormas Tolak LGBT Seruankan Jangan Pilih Partai Pendukung LGBT




Oleh : Nurdiansyah
Tangsel, (MI)- Bertempat di Lapangan Cilenggang, Serpong Kota Tangerang Selatan kegiatan "Aksi Tangsel Menolak LGBT" diikuti ribuan orang, Minggu (11/2 2018) pagi hingga tengah hari. Selain FPI, kegiatan tersebut juga dihadiri Muspika Pemkot Tangsel, Ketua Fraksi Partai antara lain Golkar, Demokrat, dan PKS. Dari Ormas / LSM se Tangsel, Tokoh Agama se Tangsel, Tokoh Masyarakat se Tangsel.


Aksi penolakan LGBT merupakan bentuk dukungan penolakan masyarakat Tangsel untuk memerangi perilaku yang menyimpang, sekaligus mendesak pemerintahan Indonesia untuk segera membentuk dan mengesahkan UU KUHP tentang hukuman LGBT karena dinilai sebagai perusak generasi bangsa dan melanggar norma-norma


KH. Jafar Sodiq dari Front Pembela Islam, bahwa LGBT adalah merupakan bagian dari singkatan akan tetapi masyarakat tidak mengetahui bagian dari singkatan tersebut. Lalu Partai mana yang mendukung LGBT masyarakat jangan ada yang milih, kemudian ia juga mengingatkan agar jangan mau diadu domba kepada orang orang munafik agar kita selalu mndukung LGBT.

 "Di situlah LGBT merusak rumah tangga, dengan adanya dukungan LGBT merupakan kelompok yang benar benar anti Pancasila. Dari kita sebagai FPI, sangat menolak LGBT dan jangan sampai nanti 2019 kita memilih partai yang mndukung," tegasnya.

Ustadzah Intin Anida dari Muslim glows, bahwa LGBT merupakan sifat yang membentuk perilaku menyimpang baik dari pahlawan maupun ajaran agama. "Bangsa Indonesia jika acuh terhadap LGBT maka akan mendatangkan penyakit terhadap bangsanya, karena mereka yang mempunyai sifat LGBT akan cepat terkena penyakit HIV Aids," ucapnya.

"Kalau LGBT seperti itu maka bangsa tidak mempunyai peradaban, dan sesuai dengan Pancasila, LGBT harus di hapuskan dari negeri Indonesia karena masyarakat yang terkena penyakit tersebut akan mengalami kebodohan bangsa," katanya.

Selanjutnya pernyataan Murdiyantoro dari Fraksi PKS, bahwa LGBT bukan sunatullah karena sebagai perilaku yang menyimpang. "Alasan menolak LGBT sudah jelas dari sisi agama, dari adat istiadat apalagi UUD 1945 karena negara ini merupakan negara Ketuhanan," terangnya.

Berulang kali dinyatakan kembali bahwa setuju jangan ada pemilihan terhadap Partai yang mendukung LGBT. Dari segi fraksi partai PKS akan selalu melawan dan menolak LGBT, karena sifat tersebut merupakan sifat kebathilan yang sudah menyimpang.


Pernyataan orasi Julham Firdaus selaku Ketua umum Bamus Tangsel, bahwa Tangsel mengajak seluruh msyarakat untuk menolak LGBT, agar  sesuai dengan motto CMORE dan selalu membuat wadah di setiap forum di Tangsel untuk menolak LGBT.

 " Orang cerdas selalu menolak karena selalu berpikir keburukan akan bahaya LGBT yang menyerang muda-mudi bangsa;" tegasnya.


Tak ketinggalan pula Yuli Karim  dari Remaja Muslim BSD, disampaikannya bahwa  LGBT merupakan perusak akhlak, remaja harus memeranginya. "Penyampaian penolakan harus selalu disampaikan di kegiatan anak muda sekarang," imbuhnya.


Orasi juga diserukan oleh Suhailo dari Lembaga Adat Nasional, bahwa, mempergunakan adat istiadat secara jelas karena masuknya budaya luar sangat mudah.

"Mudahnya terpengaruh oleh budaya kebaratan yang dialami generasi bangsa sekarang, maka fungsi adat harus dilestarikan agar tidak mudah masuknya adat dan budaya luar," jelasnya.


Begitu pula bahwa hukum adat istiadat di beberapa daerah di Indonesia sangat berbeda dan sudah pasti itu tidak menyimpang terutama dalam masalah penyimpangan LGBT.


Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tangsel, H. Gacho Sunarso mengatakan bahwa LGBT merupakan penyakit kelainan. Dirinya selaku ketua partai Demokrat juga sangat mendukung penolakan LGBT terutama yang sudah mengidap penyakit tersebut.


Dan Susilowati dari Forum Bersama Tangsel, disampaikannya bahwa masyarakat menolak LGBT berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Ia berharap pemerintahan mengesahakan UU KUHP tentang hukuman LGBT sekaligus meminta Pemkot membuat kebijakan ruang sempit LGBT di Tangsel dan menolak tegas serta tidak mengakui  LGBT. Mendorong pemerintah, agar korban LGBT direhabilitasi.


Dari Agus Wahyudi perwakilan Forum Masjid Mushola BSD (FMMB),  "Meminta agar pimpinan kita harus mengeluarkan tidakan terhadap LGBT dan selalu membaca doa nabi Yunus agar selalu ingat Allah".

Baca Juga : Desa Siaga Di Kabupaten Serang Dikukuhkan Dinkes

Orasi M.Aziz Syamsudin dari Fraksi Partai Golkar disampaikannya, bahwa akan mengawal dan merumuskan UU KUHP tentang pembahasan LGBT. "Dari fraksi partai Golkar akan menolak LGBT karena secara kultural sangat bertentangan dengan norma-norma baik agama dan hukum. Pembahasan UU masih adanya pasal-pasal perdebatan.akan tetapi dari fraksi Golkar sangat menolak. Sebagai manusia biasa kita juga minta agar tidak terjadi kekhilafan dalam permasalahan LGBT," pungkasnya.
Post a Comment