DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Dua Siswa tenggelam saat cari bambu

Dua Siswa tenggelam saat cari bambu


Kotabumi, Lampura (MI)- Dua siswa  didik Pondok Pesantren Yayasan AL-lslamiyah Darul Khair tenggelam, cerita berawal dari inisiatif lima siswa mencari bambu guna pembuatan pameran jembatan pondok Pesantren yang berujung maut.

Jumat 20/04, kronologis kejadian lima, siswa SMP Yayasan Pondok pesantren AL-Islamiyah Dharul Khair, yang mempunyai inisiatif  mencari bambu. Menurut keterangan Jeki, satu diantara lima siswa yayasan pondok, yang juga ikut serta mencari bambu saat di mintai keterangan awak media.

"Pukul 18.00 WIB. Jeki, menjelaskan awal mula kejadian, sore itu saya dan empat, teman saya mempunyai inisiatif mencari bambu di bantaran sungai yang berada tepat di belakang Yayasan Pondok Pesantren Persatuan Muara Jaya sungai aliran Wayrarem untuk mengambil bambu yang ada di pinggiran sungai/kali, sambil anyut-ayutan bersama tiga,  teman membawa bambu.

Lanjut Jeki "jelas terlihat korban (Aris) mengikuti dengan berjalan di bantaran sungai karna saya tau Aris, tidak bisa berenang, jadi di lewat pinggiran sungai, namun tiba-tiba korban Aris, melompat kemungkinan ingin mandi hingga akhirnya korban menyeburkan diri, nampak dalam hitungan detik, tidak terlihat sementara hanya tangan saja yang terlihat begerak.

"Sontak saja, Tapsril aman, bergegas berenang menghampiri untuk monolong Korban Aris, namun situasi dan keadaan air yang deras, dan pisisi korban Aris, panik hingga menarik tangan dan tubuh Tapsril. Kemungkinan juga Tapsril, mulai kelelahan hingga akhir nya Aris 18 tahun, dan Tapsril, 16, tahun, ikut tenggelam di bawak deras nya air Sungai aliran Waylarem, Tidak cukup sampai disitu saya dan teman-teman, terus lakukan pencarian hinga sampai beberapa lama, kami semua kelelahan dan putus asa, bercampur takut, akhir nya salah satu dari kami melapor kan tenggelam nya 2 dua teman kami yang di sungai kepada salah satu guru didik di yayasan pondok AL-lslamiyah.

"Sontak paraguru didik yayasan Langsung memberi tau ketua yayasan dan meminta bantuan masyarakat di lingkungan Persatuan Muarajaya dan Langsug di umumkan oleh ILHAM melalui Towa, musola,  Selaku RW, di lingkungan tersebut, serta pihak pondok menghubungi, BPBD, Juga dari Kepolisian, Untun mencari korban,

"Hingga pukul, 01.00.WIB, dinihari korban tenggelam belum di ketemukan, salah satu keluarga korban menghubungi, Tim BPBD/basarnas, untuk menanyakan dan meminta kabar proses pencarian via telepon, Tim BPBD/Basarnas menjawab saat di hubungi, Proses pencarian di lanjutkan besok pagi karena tim" sudah kelelahan, dan posisi dimalam hari serta kurangnya penerangan,

Baca juga : Ir. E. Sunandar Rachman Tidak Pernah Berikan SK. Plt. Kepala UPTD BPSD

"Sabtu, 21.04. Pagi pencarian di lanjut kan menyusuri bantaran sungai, menyelam dan mengamati, tim gabungan BPBD, masyarakat TNI dan dari kepolisian, higa pukul 10.30.WIB. Pagi hari korban tengelam baru ditemukan satu korban tepat dibelakan Ponpes. (yudi)
Post a Comment

Sorotan Investigasi

Setelah 50 tahun, Freeport Kembali Ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Oleh : Nadia Basri (Mahasiswa di The Business School, Bournemouth University, UK) Jakarta, (MI)- Hari ini, Kamis (12/7/2018) di Tanger...