Breaking News

Kunjungi Media, Menko Luhut dan Menteri Rudiantara

Kunjungi Media, Menko Luhut dan Menteri Rudiantara

 Siaran Pers No. 139/HM/KOMINFO/07/2018
Tanggal 20 Juli 2018
Tentang 
Kunjungi Media, Menko Luhut dan Menteri Rudiantara Pastikan Kesiapan Pertemuan IMF-WBG

Jakarta, (MI)- Tiga bulan menjelang pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional-Group Bank Dunia (IMF-WBG) di Bali, Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan  bersama dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara melakukan kunjungan ke beberapa media di Jakarta, Kamis (19-7-2018).

Dalam kunjungannya ke Trans media, Menko Luhut yang juga merupakan ketua panitia penyelenggaraan pertemuan IMF-WBG meminta CEO Trans Corp Chairul Tanjung (CT) mendukung pelaksanaan pertemuan IMF-WBG. Salah satunya adalah dengan mempublikasikan upaya-upaya pemerintah dalam menangani sampah plastik laut. “Sekarang kami kerja habis-habisan supaya ada show case (contoh) di IMF-WBG,” beber Menko.

Menurut dia, pemerintah saat ini giat untuk memerangi sampah plastik karena efek negatifnya. “Ini menyangkut masalah masa depan kita karena itu saya mohon tolong ini diberitakan agak besar. Plastik bisa berubah jadi mikro plastik, nah mikro plastik yang dimakan ikan lalu dimakan manusia, kalau perempuan, dia hamil hampir pasti anaknya _stunting_ atau kuntet, jadi kita tidak ingin lihat generasi kita kedepan kuntet,” pinta Menko Luhut.

Oleh karena itu, tambahnya, pemerintah benar-benar berupaya melawan sampah, salah satunya dengan melakukan pembersihan Sungai Citarum dari hulu ke hilir. Selain Citarum, pengolaan sampah secara komprehensif juga dilakan di beberapa kawasan di Indonesia. “Yang sudah jelas ada di Banjarmasin, kemudian Bali sedang kita kerjakan habis-habisan, kita sedang berbicara dengan kepala-kepala desa adat, lalu juga Banyuwangi, labuan bajo juga Bogor dan sebagainya.,” jelas Menko Luhut. Kembali lagi, dia meminta media-media milik CT untuk mendorong supaya masyarakat sadar agar tidak  membuang sampah semau-maunya.

Sebagai informasi, pencegahan  stunting merupakan salah satu tema yang dibahas dalam even pertemuan IMF-WBG mengenai modal manusia (human capital).  Dan sebagai tuan rumah, Indonesia memiliki kepentingan untuk mempromosikan hal tersebut.

Selain menjelaskan tentang penanganan sampah plastik laut, Menko Luhut yang juga didampingi oleh Staf Ahli Bidang Organisasi Birokrasi dan Teknologi Informasi Kementerian Keuangan Susiwijono, serta Staf Ahli Dewan Gubernur Bank Indonesia Peter Jacobs juga menceritakan mengenai kesiapan pelaksanaan pertemuan tahunan para pejabat keuangan seluruh dunia tersebut.

“Persiapan sih sudah lebih dari 80 persen,  venuenya sudah tidak ada masalah, acara juga ngga ada masalah,” kata Menko Luhut. Kesiapan tersebut, lanjut dia , termasuk persiapan infrastruktur pendukung dan destinasi wisata yang akan ditawarkan kepada delegasi pertemuan IMF-WBG. “Kita perbaiki  tourist destination itu dengan baik mulai dengan Danau Toba, Borobudur area, Banyuwangi, Bali. Di Bali  sendiri ada 32  tourist destinations, Lombok, Labuan Bajo, dan lain-lain yang kita tidak schedule  seperti misalnya Raja Ampat,” tambahnya.

Dengan perkiraan jumlah peserta pertemuan sebanyak 3500 hingga 4000 peserta, pemerintah berharap akan memberikan  multiplier  bagi sektor pariwisata. “Yang hadir kalau kita hitung-hitung hampir 17 ribu peserta, peserta resminya hanya 3-4 ribu orang tapi ada _spousenya_, pelengkap-pelengkapnya yang ikut datang. Kita harapkan mereka menyempatkan diri untuk berlibur ke _tourist-tourist destination_ sekaligus mempromosikan Indonesia,” kata Menko Luhut.

Di tempat yang sama, Menkominfo Rudiantara mengatakan kesiapan dari sisi infrastruktur Teknologi Informasi juga telah siap. Menurutnya, dibandingkan dengan lokasi pertemuan IMF-WBG sebelumnya yaitu Peru, panitia IMF-WBG lebih yakin dengan kualitas teknologi milik pemerintah RI. “Kita dianggap lebih baik daripada di Peru karena waktu di Peru Tim Bank Dunia membawa sendiri server komputer mereka, semua dibawa ke Lima, Peru. Di kita Indonesia, mereka jauh lebih percaya karena teknologi kita dianggap lebih maju,” sebutnya. Kemudian,  tantangan terbesar adalah mengkonversi hotel menjadi Kantor Sementara Bank Dunia karea selama perhelatan IMF-WBG bukan hanya menghadiri pertemuan akan tetapi mereka memindahkan kantornya di Bali selama 1,5 bulan yang lengkap dengan koneksi internetnya. “Jaringan internet dan listrik di Bali kapasitasnya masih mencukupi dengan prediksi jumlah delegasi beserta keluarga mereka yang kemungkinan ikut dating ke Bali,” bebernya.

Pemerintah Siapkan Rp 34,1 T untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Dalam kesempatan tersebut, Menko Luhut menceritakan bahwa pemerintah telah mempersiapkan anggaran Rp 34.1 triliun. “Kami alokasikan untuk percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus untuk menjelang pertemuan IMF dan diluar IMF juga untuk masalah stunting dan pendidikan, sekolah-sekolah di daerah miskin. Angka ini cukup lumayan bisa kita lakukan dalam periode kedepan ini,” kata Menko Luhut.

Rencananya juga, pemerintah akan membeli sebanyak 400 komputer untuk mendukung pelaksanaan pertemuan para bankir sedunia itu. “Setelah selesai acara, komputer-komputer itu akan dibagikan di sekolah-sekolah Banyuwangi, Bali dan lombok, “ pungkasnya. Sementara itu, biaya hotel peserta akan  dibayar oleh mereka sendiri.

Baca juga : Presiden Ingin Postur RAPBN 2019 Lebih Fokus pada Pengembangan SDM

Kunjungi Media Group
Dalam rangka media visit IMF-WBG, Menko Luhut dan Menteri Rudiantara melanjutkan kunjungan kepada Media Group termasuk MetroTV di bilangan Kembangan, Jakarta Barat. Biro Humas Kementerian Komnikasi dan Informatika bersama Tim Komunikasi Pemerintah. (*)
Post a Comment