DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Empat Kecamatan Terisolir, Sudah Mendapatkan Bantuan

Empat Kecamatan Terisolir, Sudah Mendapatkan Bantuan

Jakarta, (MI)- Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengaku dapat menjangkau dan mengirimkan bantuan ke empat kecamatan di Sigi yang sempat terisolasi pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, Kamis (4/10) dengan helikopter.

"Hari ini kita bisa mengatasi terputusanya komunikasi dengan empat kecamatan yang ada di Sigi sehingga kita bisa lakukan dropping [bantuan] dengan heli yang sebelumnya susah terjangkau. Sekarang Palu sudah terjangkau," terang Achmad kepada CNN Indonesia TV.

Keempat wilayah di Kabupaten Sigi ini sebelumnya sulit dijangkau karena terputusnya jembatan dan rusaknya jalan. Dengan terhubungnya daerah ini, pemerintah mulai memasok tenda dan kebutuhan dasar untuk menunjang kelayakan hidup dan kesehatan para pengungsi.

Achmad menjelaskan bahwa untuk sementara ini kebutuhan obat-obatan mencukupi, paling tidak untuk sepekan. Pihaknya mendapatkan bantuan obat-obatan baik dari masyarakat maupun pemerintah.

"Kita di SOP [standar operasional prosedur] obat-obatan harus bisa bertahan paling tidak 7 hari, alhamdulillah logistik penuh sekarang berkat bantuan dari masyarakat, pemerintah. Tidak perlu khawatir karena sekarang ada online sistem yang bisa dipantau kementerian," lanjutnya.

Kondisi dii Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah yakni Sirenja dan Balaesang belum menerima bantuan sembilan bahan pokok (sembako) pascabencana gempa, Kamis (4/10).Kondisi dii Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah yakni Sirenja dan Balaesang belum menerima bantuan sembilan bahan pokok (sembako) pascabencana gempa, Kamis (4/10). (Dok. Polres Tolitoli)

Achmad menambahkan bahwa saat ini prioritas tim medis adalah untuk penguatan puskesmas dan pengerahan tim medis di luar rumah sakit. Dia mengatakan petugas kesehatan lokal tidak akan diminta turun karena mereka juga bagian dari korban.

Oleh karena itu, pihaknya membutuhkan relawan medis. Sejauh ini menurut dia relawan terus berdatangan dan cukup membantu.

Tim medis diperlukan tak hanya untuk merawat pengungsi yang mulai terserang penyakit seperti influenza, infeksi, diare maupun ISPA. Tetapi juga untuk merawat anak-anak yang mengalami trauma.

Baca juga : 45 Orang Tersangka Atas Dugaan Tindak Penjarahan Di Palu

"[Fokus pada anak-anak] yang pertama adalah perlindungan dia (anak) dari kondisi alam yang tidak seperti rumah ada dindingnya ya. Perhatian kita pada anak-anak terutama kita memberikan edukasi pada orang tua untuk melakukan tindakan preventif kepada anak-anaknya," ucap Achmad. cnn []
Post a Comment