DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Dandim 0619 Purwakarta Letkol Arh Yogi Nugroho ; Guru Harus Adaptif Menyesuaikan Perkembangan Situasi Dan Dinamika Lingkungan

Dandim 0619 Purwakarta Letkol Arh Yogi Nugroho ; Guru Harus Adaptif Menyesuaikan Perkembangan Situasi Dan Dinamika Lingkungan

Purwakarta, (MI)- Peringatan Hari guru Nasional yang jatuh pada hari ini, 25 November 2018. Menurut Dandim 0619 Purwakarta, Letkol Arh Yogi Nugroho, guru adalah jabatan terhormat. Alasannya guru dapat mencerdaskan suatu bangsa.

"Guru merupakan tokoh tanpa tanda jasa yang berjasa dalam membentuk pondasi hidup manusia yang kokoh sehingga siap menghadapi terpaan serta tantangan dinamika kehidupan," kata Yogi, saat ditemui di Markas Komando Distrik Militer (Makodim), Senin (26/11/2018).

Selain itu lanjut dia, Guru juga sebagai Penggerak Perubahan Mewujudkan Indonesia Cerdas Berkarakter Dalam Revolusi Industri 4.0. Pendidikan di era milenial ini berbeda dengan pendidikan dijaman dahulu, dan merupakan sebuah tantangan bagi para guru.

"Saat ini bukan lagi era transfer of knowledge yang ditandai dengan pembelajaran searah dengan memosisikan peserta didik sebagai konsumen," kata orang nomor satu di Kodim 0619 Purwakarta itu.

Menurut Yogi, Guru juga seyogyanya menjadi sosok yang adaptif menyesuaikan perkembangan situasi dan dinamika lingkungan.

“Era sekarang ilmu pengetahuan telah menjadi barang publik dan mudah didapatkan di mana saja dan kapan saja,” kata Yogi.

Menghadapi era milenial yang sarat dengan teknologi, lanjut dia, maka guru sepatutnya menguasai perkembangan teknologi sesuai bidang pengetahuan yang diajarkannya.

Selain itu, masih kata Dandim, era milenial juga menuntut keterbukaan komunikasi secara elektronik.

"Oleh karenanya, pola pembinaan dan pengasuhan terhadap peserta didik perlu penyesuaian yang fleksibel," ujaranya.

Yogi menambahkan, hal-hal yang harus terjadi dalam pembelajaran di era milenial ini ialah menguatkan kemampuan olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah ragawi setiap anak.

“Hal itu penting agar mereka mampu memaknai, mengolah, menginterpretasi, menyaring berbagai informasi  yang ada di sekitar,” ujar Dandim.

Lanjut dia, Siswa harus disadarkan bahwa ilmu pengetahuan bukan untuk dihafal, tapi dimanfaatkan dalam kehidupan.

“Untuk itu, materi pelajaran bukan sebagai tujuan, tetapi alat. Ini mejadi kontaproduktif dengan kebutuhan kehidupan di era revolusi industri 4.0 saat ini,” tegas Yogi. [Dede]
Post a Comment