BREAKING NEWS

  DESKRIPSI GAMBAR  
Mahasiswa Tewas Terjun Bebas Dari  Gedung Transmart

Mahasiswa Tewas Terjun Bebas Dari Gedung Transmart


Lampung, (MI)- Aparat Polresta Bandar Lampung menyelidiki kasus bunuh diri di Transmart Lampung. Korban bunuh diri di Transmart Lampung adalah Tyas Sancana Ramadhan (21). Tyas Sancana Ramadhan adalah mahasisiwa Itera yang diduga bunuh diri di Transmart Lampung, (24/02).

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rosef Efendi, mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan bunuh diri di Transmart Lampung itu.

"Polisi sudah cek ke TKP dan menginterogasi empat orang saksi, diantaranya satpam Transmart Lampung dan pihak keluarga," katanya, Sabtu (23/2/2019).

Polisi belum mengetahui motif Tyas Sancana bunuh diri di Transmart Lampung. Diketahui Tyas Sancana pamit pergi dari rumah mau nonton dengan pacarnya.

Rosef mengatakan, menurut orangtuanya, Tyas Sancana tidak ada masalah dengan orang lain dan memang anaknya cenderung pendiam.

"Kami juga belum tahu siapa pacarnya dan kami sedang melakukan penyelidikan. Apakah korban ini ada permasalahan dengan pacarnya? kami juga belum tahu," ujar Rosef.

Saat ini, polisi sedang mencari pacar Tyas Sancana untuk penyelidikan lebih dalam karena memang ada indikasi motif Tyas bunuh adalah hubungan asmara.

Sementara itu, Sekretaris Prodi Teknik Geofisika Itera, Maria Sudibyo mengatakan, Tyas Sancana anaknya baik dan cenderung pendiam.

Menurut Maria, Tyas sempat ikut perkuliahan pukul 09.30 WIB, sebelum kejadian bunuh diri di Transmart Lampung.

"Selesai kuliah nomornya tak bisa dikontak lagi. Jika mahasisiwa ada masalah pasti kami mencarinya untuk mengetahui persoalan yang terjadi," ucap Maria.

Diakuinya Tyas Sancana tidak menonjol prestasinya di kampus. Peristiwa mahasiswa bunuh diri di Transmart Lampung menghebohkan publik pada Jumat, 22 Februari 2019.

Identitas pria misterius yang lompat dari atap salah satu gedung di pusat perbelanjaan Transmart Lampung akhirnya terkuak.

Pria itu bernama Tyas Sancana Ramadhan (21). Ia merupakan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera).

Kerabat korban, Djino (76) mengungkapkan, Tyas meninggalkan rumah sekitar pukul 09.30 WIB.

Keluarga tak menyangka bahwa pada sore harinya, korban melakukan bunuh diri di Transmart Lampung.

Djino menceritakan, Tyas diketahui kali terakhir pamit pergi dari rumah hendak kuliah. "Katanya berangkat ke kampus jam setengah sepuluh, pamitan," ucapnya.

Penyebab Tyas Sancana Ramadhan mengakhiri hidupnya dengan cara tragis masih misterius.

Meski begitu, diduga ada sosok seorang polwan yang membuat Tyas patah hati sehingga mengambil jalan pintas.

Kuat dugaan, Tyas nekat melompat dari lantai lima gedung Transmart Lampung karena motif asmara.

Dugaan tersebut disampaikan seorang kerabat korban, Djino (76).

"Sebenarnya jarang ketemu. Tapi, memang anaknya pendiam," kata Djino saat ditemui di Ruang Instalasi Forensik dan Kamar Jenazah RSUAM, Jumat, 22 Februari 2019 malam.

Kronologi Kasus Mahasiswa Bunuh Diri di Transmart Lampung. Setelah pamit dari rumah, kata Djino, kabar dari korban. Kendati demikian, Djino mengatakan bahwa korban pernah putus cinta.

"Kata orangtuanya memang putus cinta. Dan katanya, ceweknya diterima polwan, kata bapaknya tadi," beber Djino.

Djino menambahkan, setelah itu, Tyas tidak pernah bertemu lagi dengan sang pujaan hati.

Sementara, mengutip dari percakapan Asnawi dengan seorang dosen Itera, terungkap bahwa Tyas adalah anak pendiam.

"Anak pertama. Anaknya memang pendiam," kata Asnawi dengan suara lirih.

Saat disinggung apakah korban ada masalah asmara, Asnawi mengaku tak tahu.

Namun, ia membenarkan bahwa sang anak menjalin hubungan dengan seorang perempuan yang saat ini menjalani pendidikan kepolisian.

"Tapi memang dia punya pacar masuk polwan. Dia (Tyas) sukanya (terlalu) mendalam," katanya.

Setelah pacarnya masuk polwan, komunikasi di antara keduanya langsung terputus.

"Kemudian nggak ada komunikasi. Dengan keluarga juga. Masih lanjut? Nggak tahu. Tapi, kata temannya sudah putus," tandas Asnawi.

Sementara itu Yoga mengungkapkan, pada semester ini, korban jarang masuk kuliah.

"Dia jarang ke kampus," katanya.
Soal motif korban bunuh diri, Yoga mengaku tidak tahu.

Ia juga tidak tahu apakah korban mempunyai masalah berat sehingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

"Dia nggak pernah cerita apa-apa. Tahu-tahu ada kejadian ini. Saya kaget juga," imbuh Yoga.

Tyas tercatat sebagai warga Jalan Raden Saleh, Desa Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.

Dari informasi yang diperoleh, Tyas adalah anak seorang mantan Kepala Desa Way Huwi.

Yoga juga membenarkan bahwa Tyas adalah anak dari mantan Kades Way Huwi.

"Iya, dia anak mantan lurah Way Huwi," tandasnya.

Kepastian korban merupakan mahasiswa Itera juga diutarakan Hisni Ashri, mahasiswi prodi Arsitektur Itera.

Dia mengatakan, Tyas Sancana Ramadhan adalah mahasiwa semester enam Itera.

"Saya sempet mengenal karena teman seangkatan, cuma beda jurusan. Di grup TPB (Tahap Persiapan Bersama) 9 Mahasiswa Itera, rame soal info Tyas bunuh diri," ungkap warga Natar, Lampung Selatan itu, Jumat, 22 Februari 2019.

Menurut Hisni, Tyas tergolong pendiam.

"Sosoknya pendiam sih, nggak terlalu mencolok. Dulu pas semester satu dan dua masuknya (kuliah) jarang-jarang," bebernya.

Lompat dari ketinggian 40 meter identitas korban bunuh diri di gedung Transmart Lampung sudah diketahui.

Dia adalah Tyas Sancana Ramadhan (21).

Kapolsek Sukarame Kompol Mulyadi mengatakan, korban merupakan warga Jalan Raden Saleh, Desa Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.

"Korban bernama Tyas Sancana Ramadhan, warga Way Huwi," kata Mulyadi, Jumat, 22 Februari 2019.

Mulyadi menuturkan, korban diketahui sudah berada di atas gedung Transmart Lampung sekitar pukul 15.30 WIB.

"Jadi korban lompat dari atas gedung setinggi 40 meter," timpalnya.
Peristiwa bunuh diri menggegerkan pusat perbelanjaan Transmart Lampung, Way Halim, Bandar Lampung, Jumat, 23 Februari 2019 sore.

Saksi mata Zaenal (50), warga Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung, mengaku sempat menghalangi korban melompat dari atas gedung.

"Saya kebetulan sedang lewat di Jalan Arif Rahman Hakim. Lihat ada orang di atas atap gedung Transmart. Saya langsung berhenti dan parkir di depan Transmart," ujar Zaenal.

Melihat pemandangan itu, Zaenal tergerak untuk melarang korban melompat.

"Saya turun dan lari ke halaman Transmart, mau nangkap," katanya.

"Posisinya dia sudah berdiri dan kakinya sudah setengah dinding," imbuhnya.

Zaenal pun mengaku begitu sekitar lima menit korban yang diketahui seorang pria langsung melompat. "Niat mau nangkap gak jadi. Malah saya yang jadi korban. Saya langsung berbalik," katanya. [Red/tn]