DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Pandeglang, Ada Apa Dengan Balai Penyuluhan Pertanian

Pandeglang, Ada Apa Dengan Balai Penyuluhan Pertanian


Pandeglang, (MI)- Bantuan anggaran alokasi pupuk urea penetapan CPCL Pengembangan Jagung Hibrida Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Produksi Tanaman Serealia Satker Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pandeglang yang diperuntukan kepada masing-masing Kelompok Tani untuk pembelian Pupuk Urea, (14/02).


Subsidi ke Kios resmi periode bulan Februari s/d April tahun anggaran 2018 sesuai kuota kebutuhan berdasarkan Luas Areal Lahan yang dimiliki setiap Kelompok Tani Tercium Aroma Dugaan Korupsi di lingkungan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cigeulis, Selasa (15/01/19).


Kecurigaan aroma korupsi diduga keras dilakukan oleh oknum pegawai di Lingkungan Balai Penyuluh pertanian (BPP) Kecamatan Cigeulis, untuk anggaran pembelian Pupuk Urea Subsidi Penetapan (CPCL) Kelompok Tani Penerima Bantuan Pemerintah Pengembangan Jagung Hibrida Peluasan Areal Tanam Baru (PATB) Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia Satker Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten yang dilaksanakan Februari hingga April 2018 dengan target Luas Areal Lahan seluas 3.150 (HA) alokasi pupuk sebanyak 157,500 (Kg) jumlah dana anggaran sebesar Rp. 283.500.000,- (Dua ratus delapan puluh tiga juta lima ratus ribu rupiah).


Bantuan alokasi anggaran pupuk urea tersebut di salurkan kepada sejumlah kelompok tani di Kecamatan Cigeulis berupa uang tunai melalui rekening gapoktan desa kemudian diberikan ke tiap-tiap kelompok untuk belanja keperluan Pupuk Urea Penetapan CPCL Kelompok Tani Penerima Bantuan Pemerintah Pengembangan Jagung Hibrida Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) pada Kegiatan Pengelolaan Produksi Tanaman Sarealia Satker Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pandeglang TA 2018.


Namun sungguh terlalu, khususnya dibeberapa kelompok wilayah kecamatan Cigeulis bantuan itu tidak diserahkan sepenuhnya oleh oknum Pegawai di Lingkungan BPP Kecamatan Cigeulis.


Pasalnya, kelompok tani yang mendapatkan bantuan bibit jagung hibrida dari Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang di beberapa kelompok diwilayah kecamatan Cigeulis tidak menerima alokasi angaran sesuai dengan Luas areal lahan hasil tetapan penunjukan langsung sesuai jumlah dana yang seharusnya diterima.


Hal itu menguat bahwa alokasi anggaran untuk pembelian pupuk urea penetapan CPCL yang didapatkan kelompok tani dari dinas terkait tidak sesuai antara Luas Areal Lahan dan Anggaran yang diberikan disebabkan adanya permainan Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) diduga melakukan tindak pidana korupsi anggaran pembelian pupuk untuk kegiatan pengembangan budidaya tanaman jagung hibrida tersebut


Terungkapnya persoalan ini ketika tim awak media online melakukan investigasi dan konfirmasi kepada beberapa ketua kelompok tani diwilayah Kecamatan Cigeulis salah satunya yaitu bapak Sana selaku Ketua Poktan Tandang Desa Ciseureuheun yang menjelaskan Alokasi Periode Februari s/d April Luas Areal 200 (HA) sebanyak Alokasi Pupuk 10.000 (KG) jumlah Dana Senilai Rp 18.000.000,- hanya diberikan pupuk sebanyak 2.500 (Kg) dan uang sebesar Rp 500 Ribu oleh PPL kepada Poktan Tandang untuk pembelian pupuk dan sisanya senilai Rp 13.500.000,-untuk pembelian sebanyak 7.500 Kg pupuk tidak diberikan," jelas Sana.


Sana mengatakan, Luas Areal Lahan hasil penunjukan langsung seluas 200 (HA) Alokasi Pupuk sebanyak 10.000 (Kg) jumlah Dana sebesar Rp 18.000.000,-Namun. hanya diberikan pupuk sebanyak 2.500 (Kg) dan uang sebesar Rp 500 Ribu dari PPL," katanya.


“Saya mengambil Pupuk Urea  tersebut Ke Kios Resmi Cinta Tani didampingi PPL yang saya dapat sebanyak 2.500 (Kg) dan uang sebesar Rp 500 Ribu untuk biaya transportasi”, ungkap Ketua Kelompok Tani Tandang saat di dikonfirmasi awak media di kediamannya.


Kemudian lanjut Sana, walaupun saya menerima pupuk urea bantuan tersebut tidak sesuai dengan Luas Lahan yang dicantumkan, bukan berarti uangnya masuk dalam kantong pribadi saya, tetapi pupuk tersebut didapatkan dari PPL memang tidak mencapai Luas Areal Lahan sesuai jumlah Dana yang seharusnya diterima," ujarnya.


Sana menambahkan, kalo memang Luas Areal Lahan hasil tetapan penunjukan seluas 200 (Ha) berarti anggaran Dana yang seharusnya diterima sebesar Rp 18 juta dengan jumlah Pupuk Urea sebanyak 10 ton. Kenyataannya dikatakannya hanya diterimanya separuh dari anggaran yang diberikan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang yaitu Pupuk 2.500 Kg dan Uang Sebesar 500 Ribu", tutup Sana.


Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Jaki yakni Sopandi selaku Ketua Poktan Desa Ciseureuheun  mengaku tidak menerima Bantuan Pupuk Urea sesuai Alokasi Pupuk 5.000 (Kg) jumlah Dana Sebesar Rp 9 juta dari Penyuluh Pertanian Lapangan PPL," akunya.


Saya tidak menerima Alokasi Pupuk Urea bersubsidi sebanyak 5.000 (Kg) sebesar Rp 9 juta yang diperuntukan kegiatan pengembangan jagung hibrida tahun 2018," terang Sopandi.


"Dari tahun 2016 Kelompok Tani Jaki non aktif sehinga anggaran untuk Alokasi Pupuk Kagung Hibrida Penetapan CPCL di Tahun 2018 tidak diterimanya," ucap Sopandi.


Lanjut Sopandi. Walaupun Alokasi Pupuk Urea Subsidi diketahuinya terealisasi dirinya menyatakan bahwa selaku Ketua Kelompok Tani Jaki tidak merasa menerima Anggaran Pupuk tersebut", dalihnya.


Masing-masing ketua kelompok tani diwilayah Kecamatan Cigeulis mengakui dalam pelaksanaannya luas lahan yang direncanakan itu tidak sesuai dengan kenyataan karena tetapan luas lahan tersebut tidak melalui pengajuan masing-masing kelompok sesuai yang tercantum dalam data yang ada di PPL.


Beragam informasi yang didapat dari 24 Kelompok Penerima Bantuan Alokasi Pupuk untuk Kegiatan Pengembangan Jagung di Kecamatan Cigeulis dengan alasan yang berbeda, Kelompok Penerima Bantuan Alokasi Pupuk diantaranya yaitu Ketua Kelompok Tani Kandaga yakni bapak Supyani Desa Sinar Jaya,  Ketua Kelompok Tani Kandaga Jaya yakni bapak Ajang, Ketua Kelompok Tani Karya Utama yakni Aspani, Ketua Kelompok Tani Cibodas yakni Komarudin, Ketua Kelompok Tani Haer yakni Abas Ketua Kelompok Tani Peusar Sukamaju yakni Ahyar Ketua Kelompok Tani Sugih Mulya yakni Satra, Ketua Kelompok Tani Giri Harja yakni Misri, Ketua Kelompok Tani Jaki yakni Sopandi, Ketua Kelompok Tani Siaga Bakti yakni Ajo, Ketua Kelompok Tani Halimun yakni Marja, Ketua Kelompok Tani Bimandiri yakni Jupran, Ketua Kelompok Tani Mukti yakni Ajo, Ketua Kelompok Tani Sugih Mukti yakni Marjaya, Ketua Kelompok Tani Sumber Mulya yakni Mistar, Ketua Kelompok Tani Wanamekar yakni Madsuhli, Ketua Kelompok Tani Karang Sari Dede, Ketua Kelompok Tani Bina Tani yakni Sarip, Ketua Kelompok Tani Camara I Ade S. Desa Banyu Asih.


Sementara itu dari pihak Koordinator PPL wilayah  kecamatan Cigeulis belum memberikan keterangan yang konkrit kepada tim awak media online.


Saat di hubungi melalui telepon selulernya bapak Mutakin selaku Kepala Koordinator PPL yang menjabat kala itu, tidak memberikan informasi apapun kepada tim awak media, hanya membuat janji untuk bertemu.


“Namun apa yang di janjikan oleh bapak Mutakin untuk melakukan klarifikasi tidak kunjung terjadi, ketika tim awak media konfirmasi lewat telepon bahkan melalui pesan WhatsApp tidak menjawab.


Sampai berita ini ditayangkan, Kepala Koordinator PPL yang sekarang rotasi ke wilayah Koordinator PPL Pertanian wilayah Kecamatan Menes ini belum bisa dikonfirmasi ketika dihubungi kembali melalui sambungan selulernya.


Hasil Investigasi awak media dilapangan Perhitungan sementara kerugian negara diperkirakan mencapai kurang lebih senilai Rp 96, 500.000,-(Sembilan puluh enam juta lima ratus ribu rupiah) dalam Anggaran Alokasi Pupuk Urea Pengembangan pada Kegiatan Pengelolaan Produksi Tanaman Jagung Hibrida Tahun Anggaran 2018.

(Kasman/Korwil)