DESKRIPSI GAMBAR  
 
Shinta (28) Wanita Terlantar Asal Lombok Butuh Bantuan Dermawan

Shinta (28) Wanita Terlantar Asal Lombok Butuh Bantuan Dermawan


Lampung Timur, (MI)- Shinta (28) wanita asal  Lombok, Nusa Tenggara Barat membutuhkan perhatian khusus dari Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, dirinya berlatar belakang keluarga tidak mampu mengidap penyakit Tumor yang bersarang dalam perutnya harus secepatnya di Operasi, Selasa (19/03/2019).

Telah di ketahui, Shinta pertama kali di temukan oleh Aktivifis Perempuan dan Anak di Polsek Marga Sekampung dalam keadaan sakit dan membawa seorang Anaknya yang masih berumur 5 Tahun.

Menurut keterangan Dian Ansori, saat di wawancarai wartawan media ini melalui pesan Whatsapp ”Kepada Polisi, Shinta meminta di bantu agar bisa berobat dan ingin pulang ke Tanah kelahiran yaitu di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Lalu Polisi berkordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) kabupaten Lampung Timur dan akhirnya di bawa kerumah Sakit Umum Daerah Sukadana, Lampung Timur,”ungkap Divisi pendamping dan hukum/Advokasi P2TP2A.

Pihak Rumah Sakit setempat lalu merespon dengan mengambil tindakan terhadap Shinta, sejak tanggal 11 Maret 2019 wanita Malang itu dirawat di ruangan bedah.

Masih di katakan Dian Ansori,”pihak rumah sakit sudah melakukan yang maksimal melakukan pengobatan, sedangkan Shinta harus dilakukan pengangkatan operasi tumor, namun di RS Sukadana tidak ada dokter Unkologi (Ahli Tumor) dan prasarana lainnya,” ucapnya.

Dian Ansori menilai, Dinas Terkait kurang merespon terkait Sosial Kemanusiaan itu, Dinas tersebut hanya membantu penanganan di RSUD, sedangkan pihak pendamping P2TP2A sebelumnya sudah berkordinasi dengan PPDALDUK dan direktur RSUD Sukadana.

Menurut Dian Ansori,”Dinas sosial hanya bisa membantu untuk di RSUD Sukadana, sedangkan pembiayaan RSUD Sukadana pendamping sudah berkordinasi dengan kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Pengendalian Penduduk (PPDALDUK) Farida Nurma dan Pihak direktur RSUD Sukadana, Nanang,”tambahnya.

,”Shinta harus dilakukan rujuk sejak 3 hari yang lalu, karena pendamping (P2TP2A, red) bingung belum ada solusi dan biaya, pendamping meminta kepada RSUD untuk merujuknya ke Rumah Sakit Abdoel moeloek, Bandar Lampung hari ini,”tutup Dian Ansori.

Telah di ketahui, salah satu Aktivis Perempuan Dan Anak sepertinya sudah bingung harus berbuat apa sehingga dirinya memposting sebuah foto dan ungkapan kepedulian serta berharap ada Pemerintah yang perduli.(red/*)