BREAKING NEWS

  DESKRIPSI GAMBAR  
Shinta Wanita Terlantar Di Lamtim Mendapatkan Perhatian ASN

Shinta Wanita Terlantar Di Lamtim Mendapatkan Perhatian ASN



Jakarta, (MI)-  Waktu masih menunjukkan pukul 10.00 WIB, Shinta wanita terlantar yang masih tergeletak diruang bedah RSUD Sukadana, tidak menduga akan kedatangan tiga orang tamu yang tidak dikenalnya antara lain, Irban III Kantor Inspektorat Yopi Umara, Kabid Bina Program PUPR Eka Yuslita Dewi, dan Kasi Penunjang RM/SIMRS RSUD Sukadana Lampung Timur Bambang Ariadi, (13/03).

Mereka bertiga di sambut Shinta dengan rasa heran dan dalam hatinya bertanya ada apa orang-orang berseragam ini mendatanginya. Shinta didampingi oleh Dian Ansori dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur, menjawab pertanyaan dari ketiga orang tersebut sambil menahan sakit di perutnya dan terkadang muntah-muntah.

“Intinya kami kesini ingin berbagi kepada mbak Shinta, dengan dasar kemanusiaan,” kata Yopi. Selasa (12/3/2019).

Kedatangan kami atas nama pribadi bukan atas nama kedinasan, sambung Yopi yang diamini Eka dan Bambang.

“Kalau saya kebetulan sebagai pegawai RSUD Sukadana, Insya Allah saya akan menyampaikan kondisi mba Shinta kepada Direktur Rumah Sakit (Dr. Nanang-red),” sambung Bambang.

Obrolan mereka bertiga dengan Shinta Wanita Terlantar itu berakhir dengan memberikan motivasi agar Shinta tabah, tawaqal dan berdo’a, lalu mereka pamit sambil menyerahkan sedikit uang.

Mereka juga meminta kepada Shinta dan juga Dian Ansori selaku pendamping, agar jangan melihat dari jumlah uang yang diberikan, “tapi kami merasa simpati dan sedikit berbagi”.

Dian Ansori selaku pendamping pun berharap apa yang dilakukan mereka bertiga, agar diikuti para dermawan lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Senin, 11 Maret 2019.

Shinta Wanita 28 Tahun Asal Lombok (NTB) Terlantar Di Lampung Timur.

Shinta wanita terlantar asal Lombok Nusa Tenggara Barat butuh uluran tangan dari orang-orang berhati ikhlas.Wanita miskin ini sakit, tidak punya sanak saudara, tidak punya kartu JKN KIS, dan ingin pulang ke Lombok Nusa Tenggara Barat.

Adalah Shinta Wanita Terlantar berumur kurang lebih 28 tahun, pertama kali dijumpai Aktifis Perempuan dan Anak dan juga petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur Dian Ansori dan Niluh Listriyani, di kantor Kepolisian Sektor Marga Sekampung Lampung Timur dalam keadaan sakit dan menggendong anak perempuan berumur 5 tahun.

Menindak lanjuti hal itu Dian Ansori dan Niluh Listriyani langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Permberdayaan Perempuan dan Pengendalian Penduduk Drs. Farida Nurma serta Direktur Rumah Sakit Sukadana dr. Nanang selanjutnya membawa Shinta ke RSUD Sukadana.

Dian Ansori menjelaskan saat di Polsek Marga Sekampung bahwa Shinta Wanita Terlantar minta dibantu agar bisa berobat dan minta dibantu agar bisa pulang kampung nya di Lombok Nusa Tenggara Barat. Akhirnya Pihak Kepolisian berkordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur.

“Alhamdulillah sejak hari ini Senin 11 Maret 2018 Shinta mulai dirawat diruang bedah, untuk persiapan operasi pengangkatan Tumor di didalam perutnya dan Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Pengendalian Penduduk Lamtim juga sudah melihat langsung kondisi Shinta di RSUD Sukadana,” kata Dian Ansori.

Dian Ansori juga mengatakan bahwa selanjutnya P2TP2A Lampung Timur akan menggalang dana, untuk biaya pengobatan juga biaya transportasi Shinta dan anaknya pulang ke Lombok.

Melalui pesan WhatsApp nya Dian Ansori juga menceritakan awal kisah Shinta sampai Lampung Timur. “Shinta Wanita Terlantar kelahiran Lombok Nusa Tenggara Barat 28 tahun yang lalu, dengan latar belakang keluarga tidak mampu. Saat umur 20 tahun merantau bekerja di Bangka Belitung di tempat bekerja Shinta di peristri seorang pria yang berasal dari Kecamatan Marga Sekampung Lampung Timur,” imbuh Dian.