Baca konten viral kami di BABE

DESKRIPSI GAMBAR    
Cegah Hepatitis A: Mudah Menular Lewat Makanan

Cegah Hepatitis A: Mudah Menular Lewat Makanan

Gambar ilustrasi.

Jakarta, (MI)-Belakangan ini ramai diberitakan kejadian luar biasa (KLB) Hepatitis A di Jawa Timur. Virus Hepatitis A bisa terjadi di mana saja. Di kota kecil maupun kota besar. Virus hepatitis A biasanya masuk ke tubuh kita lewat saluran pencernaan dan menyerang organ hati dan menyebabkan peradangan organ hati. Infeksi yang akan mengganggu kerja organ hati ini dapat menular dengan mudah, melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, misal menggunakan air sungai yang terkontaminasi tinja penderita hepatitis A. 

Menurut Mayo Clinic, gejala hepatitis A muncul beberapa minggu setelah infeksi, biasanya berupa demam, lemas, mual dan muntah, warna urine menjadi gelap, warna tinja pucat, bagian perut sakit, bengkak dan keras, serta warna mata dan kulit berubah menjadi kuning.

Pengobatan yang dilakukan adalah untuk meringankan gejala tadi sambil menunggu sistem kekebalan tubuh penderita berhasil menaklukkan virus hepatitis A. Pemberian infus biasanya diberikan karena penderita biasanya sulit makan dan telah kehilangan cairan cukup banyak. 

Infeksi hepatitis A sifatnya akut, dan tidak bersifat kronis (panjang), dilansir viva. Dan juga jarang berakibat fatal kecuali pada lansia, orang yang menderita penyakit hati kronis, dan memiliki kekebalan tubuh yang rendah. 

Indonesia termasuk negara dengan kejadian hepatitis A yang tinggi, karena itu tidak sedikit wisatawan yang akan berkunjung ke Indonesia disarankan untuk melakukan vaksinasi Hepatitis A yang dikombinasi tifus. Infeksi hepatitis A bisa dicegah, selain dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menghindari konsumsi makanan mentah dan setengah matang, juga dengan vaksin. 

Vaksin hepatitis A bisa dikombinasi dengan hepatitis B atau berdiri sendiri. Diberikan dalam dua kali suntikan, berjarak 6 - 12 bulan. Vaksin Hepatitis A telah menjadi imunisasi dasar yang wajib diberikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia. ***
(ina)