DESKRIPSI GAMBAR  
 
Lampura: HMI Gelar, Latihan Khusus Kohati

Lampura: HMI Gelar, Latihan Khusus Kohati


Lampung Utara, (MI)– Latihan khusus KOHATI tingkat Nasional Korps HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Wati cabang Kotabumi dibuka Pj. Sekda Kabupaten Lampung Utara (Lampura), di Syuhada Kota Alam Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten setempat. Senin (15/7/2019).

Kegiatan bertajuk, “Reaktualisasi peran HMI wati dalam ranah public dan domestik ditengah hegemoni kebudayaan asing” dihadiri waka Polres Lampura, Komisioner Bawaslu, Komisioner KPU, Ketua IMM Lampura, Ketua PMII Lampura, para Alumni HMI, dan peserta LKK tingkat Nasional HMI cabang Kotabumi.

Ketua Umum HMI cabang Kotabumi – Ade andre irawan dalam laporannya menyampaikan, latihan khusus Kohati ini berjumlah 39 orang yang di ikuti dari berbagai cabang dari seluruh Indonesia.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menciptakan tokoh wanita yang berkualitas,” kata Ade andre irawan.

Sementara itu, dalam sambutan Bupati Lampura, disampaikan Pj Sekda Sofyan, mengatakan, bila kita menilik sejarah perjuangan bangsa Indonesia, gerakan dari mahasiswa seringkali menjadi cikal bakal dari perjuangan nasional. Begitupun dengan gerakan dari HMI, termasuk juga Korps HMI-wati (KOHATI) di jaman sekarang ini.

“KOHATI adalah badan khusus HMI yang berfungsi sebagai wadah mengakomodir potensi dan bakat tersembunyi untuk kaum perempuan, serta sebagai wahana penampung aspirasi anggota HMI yang bergender perempuan,” tutur Sekda Sofyan.

Masih kata Sofyan, KOHATI mempunyai tugas untuk membina, mengembangkan, dan meningkatkan potensi para kader HMI-wati dalam wacana dan dinamika gerakan keperempuanan.

“Karena itu, KOHATI harus terus memperjuangan dan mengawal hak-hak perempuan, serta menjadi Madrasah bagi muslimah Indonesia,” katanya.

Sekda Lampura ini juga mendukung atas dilaksanakannya kegiatan Latihan Khusus Kohati (LKK) Tingkat Nasional yang digelar oleh HMI cabang Kotabumi.

“Saya menyambut baik dilaksanakannnya kegiatan ini, apalagi tema yang diangkat kali ini adalah ‘Reaktualisasi Peran HMI- WATI Dalam Ranah Publik dan Domestik di Tengah Hegemoni Kebudayaan Asing. Tema ini tentu sangat relevan dengan kondisi jaman sekarang,” ujar Sofyan mengakhiri sambutannya. (YUDI)