DESKRIPSI GAMBAR  
 
Tragis, Maman Dilarikan Ke Rumah Sakit: Dibacok Istri Sendiri

Tragis, Maman Dilarikan Ke Rumah Sakit: Dibacok Istri Sendiri


Sukabumi, (MI)- Seorang suami bernama Maman, warga Sukabumi, Jawa Barat, bernasib tragis setelah dibacok oleh istrinya sendiri, (18/7).

Istri Maman berinisial AM (43), yang diduga mengalami depresi, membacoknya dengan sebilah kapak. Akibat luka bacokan tersebut, pria berusia 34 tahun ini harus dilarikan ke RSUD Sekarwangi, Cibadak untuk mendapatkan perawatan.

Peristiwa pembacokan ini dibenarkan oleh Kapolsek Cikidang, AKP Sunarto.

"Keterangan sementara, istrinya ini baru melahirkan dua bulan, dan belum mengikuti keluarga berencana,” ungkap Kapolsek Cikidang AKP Sunarto pada Senin pagi.

“Tapi suaminya itu terus merayu dan minta dilayani, dan akhirnya dilakukan (pembacokan)."

Sunarto mengungkapkan ternyata kekerasan yang dilakukan AM terhadap suaminya bukan hanya sekali ini saja.

Sehari sebelumnya, Sabtu (13/7/2019) dini hari AM sudah membacok bagian atas telinga suaminya.

Menurut Komisioner Komnas Perempuan, Adriana, memaksa istri untuk melakukan hubungan seksual adalah bentuk pemerkosaan terhadap istri atau lebih tepatnya marital rape.

Marital rape sering disebut kekerasan seksual.

Marital Rape adalah hubungan seksual antara pasangan suami istri dengan cara kekerasan, paksaan, ancaman atau dengan cara yang tidak dikehendaki pasangannya masing-masing.

Menurutnya, kekerasan seksual juga masuk ke dalam kategori Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Jadi KDRT itu dia memaksa istrinya untuk melakukan sesuatu tapi dia tidak mau.”

“Itu bentuk pemerkosaan atau kekerasan seksual pada perempuan ekstrem yang dapat berakhir kepada kematian," ujar Adriana saat dihubungi pada Senin (8/7/2019).

Ia mengatakan, seorang istri bisa saja menolak suami apabila menolak melakukan hubungan suami istri dengan alasan tertentu.

"Bisa saja istrinya lagi sakit atau ada alasan khusus lainnya yang membuat tidak bisa melayani suaminya, itu hal yang sah dalam rumah tangga," ujar dia.

Apalagi dalam kasus ini, sang istri menolak karena dia baru saja melahirkan. Diketahui, ibu yang baru saja melahirkan mengalami nyeri panggul yang hebat, depresi pascapersalinan, dan obsesi dengan bau kepala bayi baru mereka.

Meskipun proses pemulihan berbeda-beda pada setiap orang, tetapi satu aturan berlaku untuk setiap ibu baru, tidak peduli bagaimana dia melahirkan, tidak ada hubungan intim selama empat hingga enam minggu.

Jarang sekali ada wanita yang ingin berhubungan intim segera setelah melahirkan.

Apalagi, melahirkan bisa menjadi semacam pembunuh suasana hati, dan banyak yang mengalami libido rendah pada minggu-minggu sesudahnya.

Belum lagi ada risiko kesehatan yang terkait ketika melakukan hubungan intim penetrasi terlalu cepat setelah melahirkan.

Apakah mengalami persalinan pervaginam atau operasi caesar, biasanya wanita akan mengalami perdarahan segera setelah melahirkan.

Untuk memperkecil ini, maka jangan melakukan hubungan intim, ketika Anda siap untuk mulai berhubungan intim lagi, Anda harus mempertimbangkan kontrasepsi.

Bahkan jika Anda masih menyusui dan menstruasi Anda belum kembali, Anda masih bisa hamil lagi segera setelah tiga minggu setelah kelahiran.

Jika Anda belum siap untuk berhubungan intim, tidak apa-apa. Berciuman, berpelukan, menyentuh dan memijat dapat membantu Anda merasa dekat dengan pasangan Anda. ***
#infokriminal
(min)