BREAKING NEWS

  DESKRIPSI GAMBAR  
90 Pelajar Di Tanjung Perak, Diamankan Polisi

90 Pelajar Di Tanjung Perak, Diamankan Polisi


POLRES PELABUHAN TANJUNG PERAK AMANKAN 90 PELAJAR, BEBERAPA BAWA SAJAM DAN PETASAN, (27/9/2019).

Tanjung Perak, (MI) - Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil mengamankan puluhan pelajar dari berbagai sekolah yang hendak melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Provinsi Jatim, Jalan Indrapura.

Dalam konferensi pers yang digelar Kamis sore, 26 September 2019, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, S.I.K, Msi yang didampingi Wakapolres Kompol Ahmad Faisol Amir, S.I.K, Msi menyampaikan hasil penyekatan yang dilakukan para personilnya.

Yang menarik dari puluhan pelajar yang diamankan, terdapat beberapa diantaranya yang membawa senjata tajam (Sajam).

“Total dari pelajar SMA ada 60 orang dan dari SMP ada sekitar 30 an orang,” ujar Kapolres.

Hasil ini diperoleh dari upaya penyekatan yang telah dilakukan personil Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Polsek-Polsek jajaran sejak pagi hari di sejumlah titik yang mengarah menuju gedung DPRD Jalan Indrapura.

“Ada beberapa dari luar kota. Seperti dari Lamongan, Gresik dan dari Tuban,” terangnya.


Kapolres memastikan untuk para pelajar yang dirazia ini, akan segera diserahkan kembali kepada orangtua masing-masing untuk diberikan pembinaan.

“Kami harapkan orangtua lebih intensif mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi,” ungkapnya.

Namun, khusus untuk yang membawa senjata tajam, akan dilakukan proses hukum sesuai aturan yang berlaku.

“Yang bawa senjata tajam, setelah kami lakukan pemeriksaan mengaku berasal dari Tuban. Tadi saya juga sudah melakukan koordinasi dengan Kapolres Tuban untuk masalah ini. Yang jelas proses hukum akan tetap berjalan,” tegasnya.

Tidak hanya senjata tajam, ada pula pelajar yang ketahuan membawa petasan  berukuran besar.

“Ini masih kami selidiki, apakah kegunaan petasan itu. Dan untuk informasi yang kami dapat, para pelajar tersebut rata-rata tidak tahu apa tujuan unjuk rasa itu. Mereka hanya sekedar ikut-ikutan. Untuk informasinya didapat dari grup-grup di media sosial,” ujarnya.