BREAKING NEWS

  DESKRIPSI GAMBAR  
Kades Desa Siring Agung, Diduga Kong kalikong Pamsimas

Kades Desa Siring Agung, Diduga Kong kalikong Pamsimas

Selaku kepala desa seharusnya ibu kades harus bisa menanggulangi keluhan masyarakatnya bukan malah mengelak.

Muara Enim, (MI) - Peroyek pembangunan PAM SIMAS di desa siring agung kecamatan semendo darat ulu kabupaten Muara Enim, diduga merugikan masayarakat dikarenakan ada beberapa masayarakat yang komplein, pembangunan yang seharusnya dapat mensejahterakan masarakat justru membebani masayarakat, (16/10/2019).

Dari keterangan masayarakat yang berinisial (UD) pembangunan saluran air bersih tahun anggaran 2016, berlangsung tertib dan bermanfaat, namun setelah keluarnya anggaran 2019 justru berbalik 180°, dikarenakan bangunan anggaran 2016 telah di hancurkan yang dalihnya akan di ganti yang baru, namun setelah terialisasi anggaran PAM SIMAS tahun 2019, justru tidak sampai 50% masyarakat menikmati air bersih tersebut, dikarenakan masyarakat di bebani iuran Rp2500/bulan, masyarakat rasakan berat dengan iuran itu "ujar (UD).

Setelah kami konfirmasi dengan kepala desa (NUR KOMALA) bahwa bangunan PAM SIMAS tersebut sudah dilaksanakan sesuai dengan RAB nya.

Dan untuk masalah iuran yang diminta kepada masyarakat yaitu untuk membayar sewa lahan pemilik mata air.

Setelah kami singgung masalah pengerjaanya bahwa ibu kades tidak tau apa, cuman mengetahui saja bahwa memang benar adanya pembangunan tersebut "(ujar ibu kades).

Selaku kepala desa seharusnya ibu kades harus bisa menanggulangi keluhan masyarakatnya bukan malah mengelak.

Setelah kami tanya nominal biayanya ibu kades menjawab sekitar Rp200 juta, sedangkan pengakun suami ibu kades  yang bernama (SAHLAN) kepada kami Rp120 juta.

Ini sudah menunjukan bahwa bangunan tersebut adalah proyek siluman, dan papan informasi tidak dipasang sama sekali.

Ini sudah melanggar UUD nomor 14 tahun 2008 tentang  informasi publik.

Diharapkan kepada instansi yang terkait agar dapat menindak lanjuti masalah tersebut. (al)