Diduga depresi, tulis surat wasit sebelum gantung diri - MEDIA INVESTIGASI

Breaking

Home Top Ad

Loading...

Post Top Ad

Wednesday, 6 November 2019

Diduga depresi, tulis surat wasit sebelum gantung diri


Malang, (MI)- Warga Sukun Tanjung Putra Yuda dikejutkan adanya warganya yang meninggal dunia dengan cara diduga gantung diri di pintu kamar mandi, Rabu (6/11/2019) sore hari.

Korban diketahui bernama Slamet Riyadi, (55) warga Jl. Tanjung Putra Yudha 6 no. 10 Kel. Tanjungrejo kec. Sukun kota Malang.

Menurut saksi mata, Sapari (42) tetangga korban menceritakan pada petugas kepolisian setempat, sekira pukul 16 30 wib, saksi curiga karena pada saat itu pintu rumah korban tertutup terus padahal sudah sore hari. Karena merasa curiga, saksi mengetuk pintu rumah korban, namun tidak ada reaksi dari dalam rumah maupun jawaban dari dalam rumah.

"Saya terus memanggil tetangga yang lain untuk mendobrak pintu rumah korban" terang Sapari pada petugas kepolisian maupun awak media, Rabu (6/11/2019) sore.

"Begitu pintu terbuka kok korban sudah meninggal dunia dalam kondisi gantung diri dipintu kamar mandi" tambahnya.

Sementara Kapolsekta Sukun Kompol Anang Tri Hananta membenarkan kalau diwilayahnya ada orang gantung diri bahkan sebelum melakukan gantung diri korban sempat menuliskan surat wasiat disecarik kertas yg ditaruh diatas meja ruang tamu . "Korban sempat nulis wasiat yg ditujukan pada anak anaknya maupun saudaranya" jelas Anang pada awak media.

Dan surat wasiatnya bertuliskan sbb: 

Aku sak durunge jaluk sepuro karo dulur2 kabeh lan anak anakku kabeh. Aku wis ora kuwat orip anargo loroku tambah nemen. Anaku yo mek ngono2 tok, ora ngerti wong tuek loro, wis ngono ae. 
Bapak pesen lek ditinggal bapak sing rukun ojok sampek tukaran.
Surat BPKB ndik Polsek, Surat omah nang BRI Sumbersari tapi ndik tabungan digawe njokok cukup.
Surat ndik tas 
Wis sak mene ae 
Aku jaluk Sepura kabeh..

Tertanda
Slamet Riadi 

Korban melakukan gantung diri akibat penyakit gulanya yang tak kunjung sembuh sembuh dan korban selama ini mengalami depresi semenjak ditinggal istrinya meninggal dunia.

Ditambahkan Kapolsekta Sukun, bahwa korban kemarin malam masih bercengkerama dengan para tetangga. "Itu keterangan tetangga korban saat di TKP ."

" Yang jelas korban alami depresi karena punya penyakit gula yang tidak kunjung sembuh." Tutup Anang Tri Hananta , Rabu (6 /11) sore tadi .

Setekah petugas Kepolisian Polsekta Sukun bersama INAFIS Polres Mahkota melakukan olah TKP , selanjutnya jenasah korban dibawa keruang forensik Rumah Sakit Syaiful Anwar untuk dimintakan Visum.

No comments: