BREAKING NEWS

  DESKRIPSI GAMBAR
Demi Narkoba, Gadaikan Sertifikat Rumah 3,7 miliar

Demi Narkoba, Gadaikan Sertifikat Rumah 3,7 miliar


Ketergantungan Narkoba, Anak Gadai Sertifikat Rumah saat Orangtua Berobat di Korea.

Jakarta (MI)- Seorang anak berinisial AF mencuri sertifikat rumah milik orangtua. Bahkan dia juga  menggandeng komplotan mafia tanah untuk mempermudah mendapatkan  fasilitas Bridging Loan sebesar Rp3,7 Miliar.

Kasus ini terungkap setelah orangtua melaporkan ke Direktorat  Kriminal Umum. Saat itu, kebingungan karena segerombolan orang hendak  mengeksekusi rumahnya yang berlokasi di Cipete Jakarta Selatan.

Menurut keterangan eksekutor, anaknya tak bisa melunasi hingga waktu yang ditetapkan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan kedua orangtua ketika itu sedang menjalani pengobatan di Korea. AF memanfaatkan momen itu untuk mengondol sertifikat tanah yang ada di  dalam berangkas milik ayahnya.
Yusri menuturkan, AF dan FP menemui SW, seorang yang tergabung dalam sindikat pemalsuan sertifikat tanah.
"Yang membuat adalah seorang wanita. Sertifikat palsu dimasukkan ke brankas orangtua AF yang tadi," ucap dia.

Sedangkan, Yusri menerangkan sertifikat asli digadaikan untuk  menerima kucuran dana segar sebesar Rp3,7 miliar dari harga jual rumah  senilai Rp60 Miliar.

Dalam kasus ini, AF juga membayar beberapa orang untuk mempermudah proses Bridging Loan. Yusri mengatakan, pihaknya menetapkan tujuh orang sebagai tersangka.  Tiga di antaranya ternyata positif narkoba termasuk anak korban.

"Jadi anaknya ini mencuri karena ketergantungan terhadap narkoba," ujar dia.

Sementara itu, Kanit 4 Subdit 2 Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya,  AKP Reza Mahendra menerangkan, uang hasil kejahatan dibagi-bagi sesuai  dengan kinerjanya. "Rp20 juta ke pemeran bapak, Rp10 juta ke pemeran ibu, pembuat sertifikat palsu dan memperkenalkan figur 20 juta," terang dia.

Kini seluruh pelaku digelandang ke Polda Metro Jaya. Para pelaku dijerat Pasal 367 KUHP, 263 KUHP, 266 KUHP junto 55 KUHP.
 

TERHANGAT