Diduga ulah oknum perangkat Desa Labuapi, Warga miskin semakin menjerit - MEDIA INVESTIGASI

Breaking

Home Top Ad

Loading...

Post Top Ad

Sunday, 28 June 2020

Diduga ulah oknum perangkat Desa Labuapi, Warga miskin semakin menjerit



OKNUM PERANGKAT DESA LABUAPI KECAMATAN LABUAPI LOMBOK BARAT MAKIN BERTINGKAH, WARGA MISKINNYA DIBIKIN MAKIN MENJERIT.

Lombok Barat- Rabu 10/6/202,  Masyarakat miskin Desa Labuapi benar benar berharap semoga aparat penegak hukum mendengar jeritan hati kami selaku masyarakat miskin Desa Labuapi agar mengungkap kasus ini sehingga semua jadi terang benderang. Kata warga KPM program Dana BST Desa Labuapi ketika mengadukan ulah oknum MJ dan kawan kawan kepada awak media 

Menurut mereka setelah berita aduannya tentang dugaan pemotongan pada pencairan BST pertama beredar di Masyarakat KPM yang mengadukan hal tersebut dipanggil oleh oknum MJ, dan di depan Polmas, mereka diancam akan dilaporkan polisi jika tidak merubah pengakuannya dengan mengatakan tidak ada pemotongan, begitu juga beberapa orang yang menshare berita tersebut ke temannya sesama group WA juga mengaku dipanggil dan diancam akan dilaporkan ke Polisi dengan alasan telah mencemarkan nama baiknya dengan menyebarkan berita hoax, Itu kan berita tidak benar kok kamu berani sebarkan dan saya keberatan dan kamu wajib saya laporkan ke polisi, "Ancam Oknum MJ terhadap salah seorang yang mengaku menshare berita tersebut ke teman temannya. 

Tidak cukup dengan mengancam warganya oknum pemdes Labuapi dan kawan kawannya ini juga tak segan segan mencabut hak KPM yang dapat bantuan jika berani menentangnya, dan patut diduga, inilah modus yang selama ini mereka lakukan sehingga masyarakat tidak ada yang berani bicara apalagi melapor ke pihak berwajib, sehingga nyaris sempurna pembodohan masyarakat yang oknum oknum tersebut lakukan, kata salah seorang sumber yang  identitasnya tidak mau diberitakan.

Program BST ini saja kami baru tahu setelah kami mengadu ke Media Investigasi karena tidak pernah ada sosialisasi langsung ke masyarakat oleh pihak Pemdes, lanjutnya. 

Sumber lain mengatakan bahwa buntut lain dari aduan kami itu selain intimidasi adalah oknum Pemdes Labuapi pada pembagian BST tahap 2 yang baru lalu melakukan pengalihan sepihak atas hak kami kepada orang lain dengan modus yang diduga selama ini mereka lakukan yaitu meminta kami yang punya nama untuk mengambil uang di pos lalu kami difoto dengan uang Rp. 600.000 ditangan setelah itu oknum Pemdes mengambil semua dengan dalih double dan mau dialihkan ke yang lain.

Merasa tersinggung dengan aduan warganya, disamping melakukan intimidasi, oknum Pemdes Labuapi ini juga melakukan pengambilan dana PKM BST dengan dalih pengalihan, Katanya.

Bagi kami pemerintah bisa saja mengalihkan asal jangan dengan cara yang memalukan kami, kami difoto di depan orang dengan memegang uang lalu kemudian setelah itu uang tersebut diambil, ada lagi yang malah uangnya sudah di dalam dompet juga diambil, seolah-olah kami sebagai warga miskin adalah orang yang pantas dilecehkan oleh oknum yang mengatas namakan dirinya sebagai Pemerintah, hal ini disampaikan oleh beberapa warga miskin yang termasuk dalam KPM yang tidak mau namanya diberitakan.

Oknum MJ yang dikonfirmasi lewat WhatsApp pada tanggal 22 Juni 2020 oleh awak media menyampaikan mohon ma'af Pak..hak jawab akan tiank sampaikan di Kantor Pak..didepan Pak Kades, Ketua BPD sama Kepolisian dan Babinsa..( ungkap lewat tulisannya )*

No comments: