BREAKING NEWS

  DESKRIPSI GAMBAR
Enam travel gelap arah Jakarta diamankan

Enam travel gelap arah Jakarta diamankan



Satlantas Polres Cianjur Amankan  6 Travel Gelap Bawa Penumpang ke Jakarta.

Cianjur - Enam unit mobil travel gelap yang membawa puluhan pemudik asal Tasikmalaya ke Jakarta dicegat personel Satlantas Polres Cianjur, Rabu (3/6/2020) dini hari.
Para pemudik yang tak memiliki surat izin keluar masuk (SIKM) itu dijanjikan bisa masuk Jakarta dengan melintasi jalan alternatif.

Kasat Lantas Polres Cianjur AKP Ricky Adhipratama menjelaskan mobil travel gelap tersebut tertangkap basah membawa pemudik setelah anggota Polres Cianjur melakukan penyekatan di sejumlah titik rawan yang kerap dilalui mereka, salah satunya di Ciranjang.

"Kami lakukan penyekatan di Ciranjang untuk mengantisipasi travel gelap yang melintas ke jalur Jonggol, dan kami dapati ada iring-iringan travel yang membawa pemudik dari Tasikmalaya yang berhasil kami cegat," ujar AKP Ricky, Rabu (3/6/2020).

Saat diperiksa, sopir dan penumpang seluruhnya tidak memiliki SIKM. Bahkan sopir juga sempat menyebutkan mereka tidak akan membawa penumpang ke Jakarta, melainkan ke Sukabumi.

Tetapi para penumpang yang juga ditanya setelahnya mengakui rombongan tersebut hendak ke Jakarta untuk bekerja setelah mudik Lebaran.

"Petugas kemudian memberi tindakan tegas berupa tilang dan mobilnya kami amankan di Mapolres Cianjur," kata AKP Ricky.

Menurut AKP Ricky, ada enam kendaraan yang diamankan, yakni tiga unit Toyota Hi-Ace, satu unit Isuzu Elf, satu unit Daihatsu Xenia, dan satu unit Daihatsu Gran Max. Jumlah penumpang tercatat 57 orang.

AKP Ricky menambahkan pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan di sejumlah titik yang berpotensi dilintasi mobil travel gelap yang membawa pemudik. "Semuanya kami pantau, untuk mencegah yang melalui jalur alternatif atau jalan tikus. Kami imbau juga baik yang di Cianjur maupun dari luar kota untuk tidak kembali dulu ke Jakarta, atau kami akan tindak tegas," ucap AKP Ricky.

Deni, salah seorang sopir travel gelap, mengaku membawa penumpang dari Tasikmalaya dan beberapa daerah di sekitarnya hampir setiap malam.

Menurutnya, mereka berangkat malam hari dan melalui jalan alternatif agar lolos dari pemeriksaan petugas.

"Iya, tiap malam bawa penumpang. Berangkat malam hari karena biasanya pemeriksaan longgar di malam hari. Tarifnya beragam, kalau dari Tasikmalaya Rp 300 ribu untuk yang dijemput dari titik kumpul. Kalau dijemput ke rumah, ada ongkos tambahan," jelasnya.

Di sisi lain, Waryono, salah seorang penumpang, mengaku menggunakan jasa travel tersebut lantaran pemilik kendaraan dan sopir menjanjikan bisa masuk Jakarta dan lolos pemeriksaan.

"Ya percaya saja, meskipun sempat tahu karena kan kita nggak punya SIKM. Ternyata benar saja, kena pemeriksaan, sekarang mau pulang lagi saja ke kampung," ungkapnya
 

TERHANGAT