Loading...

BREAKING NEWS

  DESKRIPSI GAMBAR
Polisi tangkap 2 pelaku penyekapan dan perampokan

Polisi tangkap 2 pelaku penyekapan dan perampokan


Polres Tapanuli Tengah Tangkap Pelaku Penyekapan dan Perampokan Pemilik Toko Grosir di Tapteng .

Tapanuli Tengah - Polisi menangkap dua orang diduga pelaku penyekapan dan perampokan toko grosir milik pasangan suami istri, SNMT dan SAH, di Tapanuli Tengah. Kedua orang tersebut ditangkap setelah sempat kabur.

Peristiwa dugaan penyekapan dan perampokan itu terjadi di Kelurahan Kalangan, Tapteng, Sumut, Senin (29/7) dini hari. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap dua orang, yakni APM dan ES.

"Namun lima terduga pelaku lainnya masih buron. Kelimanya telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO)," kata Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedy Arifianto, Kamis (23/7/2020).

Kapolres mengatakan korban diduga mengalami kerugian Rp 180 juta akibat peristiwa ini. AKBP Nicolas kemudian menjelaskan peran kedua orang yang ditangkap.

APM diduga berperan memberi informasi toko, menyediakan tempat menginap, membuat peralatan dan menyediakan tempat penyimpanan barang hasil curian. Sementara itu, ES diduga berperan melakukan survei dan mengantarkan anggota komplotan menggunakan motor dari rumah APM ke Jembatan Kalangan.

"Keduanya mendapat upah Rp 6 juta, kemudian dibagi dua sehingga masing-masing mendapat jatah Rp 3 juta," ujar AKBP Nicolas.

Saat beraksi, komplotan pencuri ini diduga menyekap dan menodongkan pisau ke leher korban yang sedang tidur. Pemilik toko dan keluarganya kemudian diikat.

"Pelaku juga menutup mulut korban dengan lakban sambil mencekik leher korban dengan posisi badan telungkup di atas kasur," ujar AKBP Nicolas.

Sementara itu, anggota komplotan yang lain beraksi mencuri barang dagangan, perhiasan dan barang berharga lainnya di rumah korban. Uang tunai Rp 10 juta dari laci kasir dan uang Rp 80 juta di dalam kamar juga dicuri.

"Puluhan slop rokok beragam jenis, 3 ponsel, laptop, kamera DSLR, cincin emas dan berlian, kalung dan anting, bahkan buku tabungan dan ATM pun disikat," ujar AKBP Nicolas.

Kini kedua orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 365 ayat 2 subsider Pasal 365 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.
 

TERHANGAT