BREAKING NEWS

  DESKRIPSI GAMBAR
Mentan Apresiasi Kontribusi BNI Menjaga Ketahanan Pangan di Lombok Tengah

Mentan Apresiasi Kontribusi BNI Menjaga Ketahanan Pangan di Lombok Tengah


Lombok Tengah- Memasuki adaptasi kebiasaan baru, sektor pertanian menjadi sorotan dan fokus Bapak Presiden Jokowi. Hal ini dikarenakan ketahanan pangan nasional merupakan hal utama yang wajib dijaga.

Selaku komoditas pemenuhan kebutuhan pokok. Atas hal tersebut, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) selaku mitra dari Kementerian Pertanian RI memberikan dukungan kepada sektor pertanian secara khusus. Hal ini menilik fakta dimana sektor pertanian pada semester I Tahun 2020 merupakan sektor pemenang yang masih dapat bertahan dan berkontribusi positif. 

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat luas,hampir semua sektor terimbas, namun sektor pertanian muncul sebagai pemenang dan tetap dapat tumbuh. Pada periode Januari hingga April 2020 nilai ekspor pertanian meningkat sebesar 16,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 dari Rp.115,18 Triliun menjadi Rp.134,63 Triliun, disertai dengan peningkatan yang signifikan terhadap surplus perdagangan produk pertanian sebesar 32,9%.  Ketersediaan atau lumbung pangan menjadi fokus pemerintah, oleh karena itu, sektor pertanian harus terus dikelola dengan baik sehingga produktivitasnya kian meningkat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. 



Untuk kali kesekian, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo kembali menyapa pegiat usaha tani di lapangan, memastikan kesiapan daerah di seluruh nusantara dalam mengelola dan menjaga ketahanan pangan tersebut. Kali ini, kunjungan kerja (kunker) bertempat di Desa Aikmual Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tujuan dari kunker tersebut ialah untuk memastikan bahwa pertanian sebagai sektor pemenang dapat menjaga dan meningkatkan produksinya, walau di tengah kondisi pandemi COVID-19. 

Sebagai mitra dalam program pertanian nasional, BNI mendukung rangkaian kegiatan pengelolaan ketahanan pangan yang diselenggarakan Kementan di Kabupaten Lombok Tengah melalui pembiayaan pada ekosistem pertaniannya. Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian diberikan secara masif, selain itu, BNI juga melakukan pendampingan, pelatihan, dan pengembangan sektor pertanian secara komprehensif.
Dukungan nyata BNI di sektor pertanian ialah melalui; pengelolaan kewirausahaan pertanian, kegiatan menyongsong pertanian 4.0 (smartfarming), serta serab gabah dan aktivitas lainnya. Hal tersebut sebagai komitmen BNI dalam mendukung pemerintah terkait. Ketahanan Pangan Nasional yang merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Penyerapan KUR kepada sektor pertanian merupakan stimulus agar sektor pertanian dapat terus tumbuh dan memberikan kesejahteran bagi petani. Dalam kegiatan tersebut, terdapat penyerahan secara simbolis kepada debitur KUR sektor pertanian BNI oleh Syahrul Yasin Limpo. Selain memberikan pemberian pembiayaan melalui KUR Tani, BNI juga secara kontinyu melakukan pendampingan dan pelatihan. 

Kunjungan kerja yang dihadiri oleh unsur Muspida, offtaker, penggiat pertanian, dan stakeholder yang berkecimpung dan berkontribusi pada sektor pertanian, kegiatan menitikberatkan pada.

Pengembangan sektor pertanian khususnya pemanfaatan lahan dan peningkatan hasil. Dengan salah satu tema kegiatan yakni tanam dan peningkatan mutu jagung, Kementerian Pertanian secara langsung terjun untuk mengawal implementasi di lapangan, termasuk terkait dukungan perbankan kepada petani di daerah.

Syahrul Yasin Limpo menyebut bahwa pemerintah menaruh harapan besar pada sektor pertanian karena terbukti dapat memberikan kesejahteraan dan bertahan melewati pandemi. Saya harap dukungan pemerintah melalui dorongan penyaluran KUR dapat terserap dengan baik dan digunakan oleh para petani untuk meningkatkan produktifitas pertanian dan kesejahteraan petani nusantara, dan BNI berkontribusi disitu, sambungnya. Dengan penyerapan KUR sektor produksi khususnya pertanian diharapkan akan menyentuh sektor UMKM yang sejalan dengan program.
Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang terus digaungkan pemerintah. BNI dan Kementerian.
 

TERHANGAT