Mengenal Sejarah seni Ujungan Kampung Gabus Kabupaten Bekasi

Breaking news

News
Loading...

mgid

adsense

Mengenal Sejarah seni Ujungan Kampung Gabus Kabupaten Bekasi

: Tim Media-INVESTIGASI.COM
Tuesday, 24 November 2020


Untuk mengenang dan mengingatkan kepada khalayak umum tentang sejarah seni ujungan maka berdiri pula dengan gagah Tugu Ujungan yang bergambarkan kepalan tangan dengan menggenggam sebilah rotan.


Kabupaten Bekasi- Kampung Gabus, siapa yang tak mengenal nama kampung ini, sebuah wilayah yang berada di administrasi pemerintahan Kabupaten Bekasi yang berkecamatan di Tambun Utara adalah sebuah wilayah yang sudah ada sejak lama. Catatan dari sumber peta buatan Belanda tahun 1882 nama Kampung Gabus terbagi tiga, Gabus Singkil, Gabus Tengah dan Gabus Dukuh.

Nama Kampung Gabus sendiri kelak dikaitkan dengan nama hewan endemik air tawar yang lincah dalam pergerakan dan licin dari penangkapan serta kuat fisiknya meskipun harus berada didaratan dengan waktu yang cukup lama.

Kampung Gabus adalah sebuah kampung yang sangat dikenal dengan gudangnya para jawara di Jabodetabek, sejak zaman dahulu hingga kini. Sebut saja Haji Nausan atau orang lebih mengenalnya dengan nama Papi, seorang jawara yang sangat melengenda di Bekasi.

(Tercatat dalam buku sejarah Bekasi karya sejarawan Endra Kusnawan).

Kampung Gabus adalah sebuah wilayah yang memiliki sanad suku Betawie,karena sebagian wilayah Bekasi memang memiliki garis keturunan darah Betawie meski bahasa yang acapkali dipakai dalam berdialek untuk kesehariannya memiliki ketidak samaan dengan logat bahasa Betawie pada umunya, seperti sebuah istilah yang sering Kita dengar sebagai Betawie pinggiran. Namun justru dari ketidaksamaan tersebut semakin menambah keragaman khas suku Betawie.

Jawara Betawie sangat identik dengan senjata khas Golok, yah senjata tanpa amunisi dan memiliki ukuran yang tidak besar juga dengan diameter yang tak panjang ini menjadi iconik bagi para jawara Kampung Gabus juga bagi jawara tanah Betawie pada umumnya, dengan bersenjatakan golok dan mahirnya seni beladiri silat yang mumpuni serta ilmu kanuragan yang sangat memadai itulah para jawara Betawie melawan kesemena-menaan kaum penjajah pada massa lampau,namun seiring perkembangan zaman golok bukan lagi dijadikan sebagai senjata para jawara saja melainkan juga sebagai simbol budaya yang kini terpampang megah sebagai Landmark Kampung Gabus yang berdiri dalam sebuah Tugu.

Selain golok serta jawara, Kampung Gabus juga dikenal dengan seni tradisi Ujungan yang dimana jawara dalam seni ujungan asal Kampung Gabus sangat sulit untuk dikalahkan, kini untuk mengenang dan mengingatkan kepada khalayak umum tentang sejarah seni ujungan maka berdiri pula dengan gagah Tugu Ujungan yang bergambarkan kepalan tangan dengan menggenggam sebilah rotan karena seni ujungan memang bersenjatakan rotan.

Selain menciptakan DNA jawara, golok dan seni ujungan kini Kampung Gabus memiliki ke khasan yang tak kalah tersohornya, Timun Suri. Buah yang hanya dapat Kita temui saat bulan puasa Ramadhan ini kini menjadi salah satu icon serta daya tarik bagi Kampung Gabus, buah yang banyak memiliki manfaat untuk kesehatan ini selalu menghiasi kekayaan khasanah dari Kampung Gabus. 

Buah ini ada serta tak menunggu saat Ramadhan tiba,buah ini selalu tertanam dikampung Gabus dan tak mengenal waktu buah inipun selalu terpampang di sepanjang jalan raya Gabus dan juga telah mengangkat perekonomian masyarakat sekitar.

Kampung Gabus dan Timun Suri bak pinang dibelah dua, dua sisi yang tak bisa dijauhkan.
Timun Suri kini telah menjelma menjadi magnet baru untuk para pelancong yang akan berkunjung atau hanya sekedar melintas disepanjang jalan raya Kampung Gabus selain Tugu Golok dan Tugu Ujungan.

Timun Suri kini menjadi icon yang tak mengenal musim bagi Kampung Gabus.

Source: Adipati Chubuy Basae