Pengembang Diduga bermasalah! Tanah belum lunas di bayar, pemilik tanah pasang pagar bambu,

Breaking news

News
Loading...

mgid

adsense

Pengembang Diduga bermasalah! Tanah belum lunas di bayar, pemilik tanah pasang pagar bambu,

: Tim Media-INVESTIGASI.COM
Friday, 9 April 2021



Lombok Barat - Pertumbuhan perumahan di Kabupaten Lombok Barat  rupanya menimbulkan persoalan, terdapatnya oknum pengembang yang nakal membuat pemilik tanah yang sampai saat ini belum dibayar lunas. puluhan  rumah yang  sudah di akad oleh konsumen di bang BTN belum bisa menempati rumah yang sudah dibayar,  karena dipasangkan pagar bambu oleh pemilik tanah  dikerenakan sisa pembayaran tanah hanya dibayar dengan  janji sehingga pemilik tanah memasang pagar bambu di pintu masuk menuju BTN. 


Tidak sedikit dari rumah tersebut yang telah lunas namun belum bisa ditempati dikarenakan pemilik tanah dimana dibungun perumahan BTN TAHAJJUD itu belum selesai dibayar sehingga kami selaku kusumen merasa dirugikan oleh oknum perusaan PT. JARI MULYA PROPERTI.


Hasil penelusuran Wartawan media Investigasi kelokasi BTN Tahajjud melihat pagar bambu sudah terpasang di badan jalan  pintu masuk menuju area BTN, tim lapangan Kredit dan Operasional PT Bank Tabungan Negara ( BANK BTN ), tidak bisa masuk  karena sudah dipasangkan pagar bambu oleh pemilik tanah. Tutur salah satu pemborong perumahan  inisial  J.
Jumat (9/4/2021).




Salah satu Kontraktor menyampaikan ke awak media investigasi bahwa rumah yang dia bangun sesuai dengan kontrak yang sudah di tanda tangani oleh kedua belah pihak antara PT. JARI MULYA PROPERTI dan H. NAPSIN sudah selesai dan seminggu kemudian H. Napsin menghubungi pegawai dari perusahan tersebut diatas lewat sambungan telepon.


Karyawan PT. JARI MULYA PROPERTI atas nama P. Khadapi menyampaikan bahwa rumah no. 09 sudah akad dibank tinggal tunggu pencairan dan mhn bersabar. Tuturnya.


H. Napsin selaku kontraktor menunggu tlpn dari karyawan PT. JARI MULYA PROPERTI sampai 4 hari belum ada compir Masi dari pihak perusahan,  salah satu karyawan di hubungi lewat tlpn namun tidak bisa dikarenakan tlpn yang dituju tidak aktif sampai berulang ulang kali di cobak tidak bisa, tuturnya 


Sehingga H. Napsin menyampaikan ke awak media investigasi apa bila  pihak pengembang tidak bisa mencairkan pembayaran sampai hari Sabtu maka saya akan datang kekantor dan akan mengundang lima media untuk meliput indikasi kebohongan yang akan menimpa diri saya selaku kontraktor, ungkapnya.


Selanjutnya, dalam kejadian ini saya selaku kontraktor akan minta tanggung jawab kepada semua pejabat perusahan PT. JARI MULYA PROPERTI yang ikut menandatangani kontrak kerja pembangunan perumahan dengan type. 36 yang terletak di Desa Bajumulek kecamatan Kediri  kabupaten Lombok barat tutur H. Napsin. (H.shl)