Kebakaran yang menewaskan 3 orang di Tangerang, Polisi tetapakan seorang Dokter -->

Advertisement

Breaking news

News
Loading...

Kebakaran yang menewaskan 3 orang di Tangerang, Polisi tetapakan seorang Dokter

: Tim Media-INVESTIGASI.COM
Tuesday, 10 August 2021


Dok. istimewa


PP ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi melakukan gelar perkara. 


Tangerang - Perempuan berinisial MM (29) ditetapkan sebagai tersangka kasus kebakaran maut di Pasar Malabar, Tangerang. MM adalah seorang dokter.

PP ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi melakukan gelar perkara. Dari hasil gelar perkara itu, polisi menemukan adanya unsur kesengajaan.

"Tersangka MM. Pekerjaan dokter," kata Kasubag Humas Polres Kota Tangerang, Kompol Abdul Rochim saat dihubungi, Selasa (10/8/2021).

Rochim mengatakan MM sengaja melempar dua bungkus bensin ke arah bengkel. Kemudian bengkel terbakar dan terdengar bunyi ledakan.

"Dari pengakuan pelaku bahwa pelaku hanya melempar dua bungkus plastik berisi Pertamax ke dalam bengkel dan langsung meledak," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolsek Jatiuwung Kompol Zazali Hariyono menyampaikan adanya unsur kesengajaan di balik insiden maut itu.

"Dugaannya ada kesengajaan, ada unsur kesengajaan," kata Kapolsek Jatiuwung Kompol Zazali Hariyono saat dilansir laman detikcom, Selasa (10/8/2021).

Kompol Zazali mengatakan total ada 11 saksi yang sudah diperiksa. Salah satunya MM, pacar Lionardi (34), anak pemilik bengkel yang juga tewas dalam kejadian itu.

"Sebelas (saksi diperiksa) sama si pacar korban," ujarnya.

Kebakaran terjadi pada Jumat (6/8) sekitar pukul 23.10 WIB, yang menewaskan tiga orang satu keluarga. Tiga korban yang tewas diketahui bernama Edy Syahputra (66), selaku pemilik bengkel, serta istrinya, inisial Lilys Tasim (55), dan anaknya, Lionardi Syahputra (34).

Motif pelaku

Polisi mengungkapkan motif MM membakar bengkel motor milik orang tua Lionardi (34), yang merupakan pacarnya, di Pasar Malabar, Tangerang. MM sengaja membakar bengkel karena ada motif asmara.

"Hal tersebut dilakukan karena pelaku hamil dan orang tua korban tidak setuju kalau anaknya menikah dengan pelaku," kata Kasubag Humas Polres Kota Tangerang, Kompol Abdul Rochim saat dihubungi, Selasa (10/8/2021).

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan 5 bungkus plastik bensin di dalam mobil MM. Kepada polisi, MM mengaku hanya melempar 2 bungkus bensin ke bengkel.

Selain bensin, polisi juga menemukan sejumlah alat bukti lainnya. Alat bukti itu antara lain dua buah alat tes kehamilan.

"Dua alat test kehamilan instan merk One Med," ujar Rochim.

Rochim menyampaikan sebelum peristiwa itu terjadi, keduanya sempat bertengkar di depan bengkel setelah turun dari mobil. Lionardi sempat memberitahu keluarganya jika MM ingin membakar bengkel.

"Bahwa Korban Lionardi bertengkar dengan pelaku MM di depan bengkel milik korban, ketika turun dari mobil pelaku dan korban masuk bengkel, kemudian korban Lionardi memberitahu bahwa pacarnya akan membakar bengkel," ucapnya.

Tak berselang lama, MM kemudian pergi menggunakan mobilnya lalu kembali lagi ke bengkel. Saat kembali, MM melempar bensin ke bengkel yang terdiri dari tiga lantai itu. Api kemudian menyala di lantai dasar bengkel.

Lionardi bersama kedua adiknya berusaha untuk menyelamatkan diri naik ke lantai atas. Namun hanya adik Lionardi bernama Nando dan Siska yang selamat, sementara Lionardi dan kedua orang tuanya tewas di tempat.

Kebakaran terjadi pada Jumat (6/8) sekitar pukul 23.10 WIB, yang menewaskan tiga orang satu keluarga. Tiga korban yang tewas diketahui bernama Edy Syahputra (66), selaku pemilik bengkel, serta istrinya, inisial Lilys Tasim (55), dan anaknya, Lionardi Syahputra (34).

(rs/dn)