Sebanyak 445 PMI asal NTT meninggal dunia diluar negeri -->

Advertisement

Breaking news

News
Loading...

Sebanyak 445 PMI asal NTT meninggal dunia diluar negeri

: Tim Media-INVESTIGASI.COM
Saturday, 21 August 2021


Dok ilustrasi (ist).


Tenaga kerja yang meninggal dunia itu sebagian besar merupakan pekerja yang bekerja tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku,


Kupang - Kepala Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur Sylvia R. Pekujawang menyebutkan 445 pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTT meninggal dunia saat bekerja di luar negeri dalam kurun waktu 2013—2019.

"Tenaga kerja yang meninggal dunia itu sebagian besar merupakan pekerja yang bekerja tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku," kata Sylvia R. Pekujawang dalam kegiatan webinar pra-Musyawarah Besar Serikat Pemuda NTT yang membahas kupas tuntas human trafficking yang mengekploitasi manusia sebagai komoditas yang dilakukan secara virtual, Sabtu.

Menurut dia, kasus pengiriman tenaga kerja yang dilakukan tidak sesuai engan prosedur dari NTT sangat marak sebelum Pemerintah melakukan moratorium pengiriman tenaga kerja ke luar negeri pada tahun 2018—2019, dilansir Antara (21/8).

Ia menyebutkan sekitar 93 persen atau 420 orang tenaga kerja asal provinsi berbasis kepulauan ini yang bekerja di Malaysia meninggal dunia.

Para pekerja yang meninggal dunia itu, kata Sylvia, tidak mengantongi dokumen bekerja yang legal.

Sementara itu, 25 pekerja migran lainnya yang meninggal dunia terjadi di luar negara Malaysia.

"Banyak tenaga kerja asal NTT itu bekerja tidak sesuai dengan prosedur dan dokumen yang dimiliki ada yang dipalsukan oleh para perekrut," ujarnya.

Dikatakan pula bahwa tenaga kerja yang dikirim tidak sesuai dengan prosedur dan belum memiliki keterampilan bekerja yang memadai.

Ia mendorong semua pihak di provinsi ini untuk mengikuti prosedur yang berlaku apabila ingin bekerja di luar negeri sehingga mendapat perlindungan hukum apabila terjadi persoalan yang menimpa mereka.

Selain itu, lanjut Sylvia, apabila ingin bekerja di luar negeri agar memiliki keterampilan bekerja sehingga bisa bekerja dengan aman.

"Pemerintah Provinsi NTT telah menyiapkan fasilitas untuk memberikan pendidikan keterampilan bekerja bagi warga daerah ini yang ingin bekerja di luar negeri sehingga tenaga kerja bersangkutan sudah memiliki keterampilan saat bekerja di luar negeri," kata Sylvia. (dw/ant)