Penampakan alun-alun baru di kabupaten Pangandaran, ada di puncak bukit loh, -->

Breaking news

News
Loading...

Penampakan alun-alun baru di kabupaten Pangandaran, ada di puncak bukit loh,

Monday, 20 December 2021


Pembangunan kota baru di Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi ini terus diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran, dok. istimewa (20/12).


Pangandaran - Masyarakat Kabupaten Pangandaran memiliki ruang publik baru. Hal itu menyusul progres pembangunan alun-alun di pusat perkantoran Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran hampir selesai.


Meski belum sepenuhnya selesai, tapi banyak warga yang sudah memanfaatkan kawasan itu. Warga berdatangan untuk sekedar berfoto dan menikmati keindahan bangunan dan pemandangan alun-alun yang berada di puncak bukit tersebut.


"Nggak menyangka daerah yang asalnya hutan bisa menjadi megah seperti ini" kata Engkay, salah seorang warga, Senin (20/12/2021).


Dia mengaku sengaja datang sepulang dari sawah. "Penasaran, dari sawah selalu terlihat, makanya sekarang sengaja ingin melihat," katanya.


Hal senada juga diungkapkan Rasha, seorang remaja yang sengaja datang untuk membuat konten video. "Bangga jadi masyarakat Pangandaran, punya alun-alun bagus sekali. Pemandangan indah," kata Rasha.


Pembangunan kota baru di Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi ini terus diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran.


Dari tiga proyek pembangunan yang terdiri dari kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Pangandaran, Alun-alun dan kantor Bappeda.


Sebelumnya Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menjelaskan pihaknya tak hanya membangun pusat pemerintahan namun juga membangun kota baru di kawasan Desa Cintakarya, Parigi ini. Rencana pembangunannya sudah disusun dan direalisasikan secara bertahap.


"Jadi kita itu sebenarnya membangun kota baru yang di dalamnya ada pusat pemerintahan. Penataan infrastruktur publiknya juga digarap, akses jalan menuju pusat pemerintahan lebarnya 20 meter," kata Jeje.


Dia menargetkan rencana pembangunan kota baru itu bisa selesai di masa jabatannya sebagai Bupati. "Saya punya waktu tiga tahun, 2022, 2023 sampai 2024. Selama tiga tahun itu saya harap bisa selesai, atau 90 persen selesai. Pokoknya harus beres," kata Jeje.


Dia memperkirakan butuh anggaran sekitar Rp 120 miliar untuk mewujudkan rencana kota baru tersebut. Jeje mengakui di tengah kondisi keuangan daerah yang kurang sehat, perlu dilakukan penyesuaian. (dw/*)