Waduh, Gubernur Banten di sebut tak punya etika dan moral -->

Breaking news

News
Loading...

Waduh, Gubernur Banten di sebut tak punya etika dan moral

Saturday, 18 December 2021


Kami minta dengan sungguh-sungguh seluruh gubernur, terutama gubernur Jabar dan gubernur Banten, gubernur Banten terutama yang tidak punya etika dan moral terhadap buruh, dok. istimewa (18/12).


Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebut Gubernur Banten Wahidin Halim tidak punya etika dan moral. Ucapannya tersebut sebagai respons atas pernyataan Wahidin yang menyuruh perusahaan untuk mencari pekerja lain, apabila buruh tidak mau digaji sesuai ketentuan.


"Kami minta dengan sungguh-sungguh seluruh gubernur, terutama gubernur Jabar dan gubernur Banten, gubernur Banten terutama yang tidak punya etika dan moral terhadap buruh, untuk mengubah SK Gubernur terkait UMK," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (16/12).


Ia juga mengatakan sikap Wahidin itu menyakiti hati rakyat Banten, terutama buruh di Banten.


Said juga menyorot pernyataan Wahidin yang mengaku gajinya di bawah upah minimum Rp2,5 juta. Pasalnya, ia yakin bahwa Wahidin memiliki pemasukan lain di luar gaji pokok.


Oleh karena itu, ia pun menantang Wahidin untuk dapat hidup dengan hanya bergantung pada gaji Rp2,5 juta tersebut.


"Ayo sekarang Gubernur Banten Pak Wahidin yang terhormat itu kasih 2,5 juta hidup enggak dia," ungkapnya.


Sebelumnya, Wahidin minta pengusaha untuk mengganti pegawai yang tidak mau menerima gaji sesuai UMP yang ditetapkan pemerintah provinsi. Menurutnya, masih banyak pekerja yang mau digaji antara Rp2,5 juta hingga Rp4 juta per bulan.


"Saya bilang ke pengusaha, ya kalian cari tenaga kerja baru, masih banyak yang nganggur, yang butuh kerja, yang cukup gaji Rp2,5 juta, Rp4 juta juga masih banyak," kata Wahidin usai menghadiri acara penyerahan DIPA ke pemerintah kota/kabupaten, di Pendopo Lama Gubernur Banten/Gedung Negara Pemerintah Provinsi Banten, Serang, Senin (6/12) lalu.


Ia pun tidak mau ambil pusing aksi mogok kerja nasional yang dilakukan serikat buruh. Baginya aksi tersebut hanyalah bentuk luapan emosi dan kekecewaan atas kenaikan upah yang tidak sesuai dengan keinginan buruh.


"Biar aja dia mogok, dia mengekspresikan ketidakpuasan. Tenaga vaksin dari pagi sampai malam Rp2,5 juta gajinya," katanya.

(dw/*)