Danrem Surya Kencana datangi kediaman Habib Bahar bin Smith, jaga stabilitas wilayah, disebut mau shock terapi? -->

Breaking news

News
Loading...

Danrem Surya Kencana datangi kediaman Habib Bahar bin Smith, jaga stabilitas wilayah, disebut mau shock terapi?

Sunday, 2 January 2022

dok. tangkapan layar video ist (1/2/2022).


Kedatangannya itu meminta Bahar untuk mendatangi Polda Jabar untuk kasusnya yang menyinggung Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman.


Jakarta - Nama Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Achmad Fauzi ramai dibicarakan di dunia maya usai video aksinya mendatangi kediaman Habib Bahar Bin Smith dan beradu mulut viral. Dalam video itu, Danrem Surya Kecana itu menyampaikan pesan dan meminta Bahar untuk segera bertanggung jawab atas kasus penyebutan nama KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. 


Lalu siapa sosok jenderal bintang satu dijajaran TNI Angkatan Darat itu?


Brigadir Jenderal TNI Achmad Fauzi, S.I.P., M.M. sendiri lahir pada 25 November 1971 silam. Dia adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 18 November 2020 mengemban amanat sebagai Komandan Korem 061/Suryakancana. 


Fauzi merupakan lulusan Akademi Militer (1995) yang berkiprah di kesatuan infanteri, tepatnya Komando Pasukan Khusus atau Kopassus. Sebelum menjabat Danrem, jenderal dari kesatuan baret merah itu menduduki jabatan Kepala Staf 172/Praja Wira Yakthi. 


Selain Akademi Militer, Fauzi mengenyam pendidikan ketentaraan yakni Sesarcabif, Komando, Dik Free Fall  Diklapa I  Selapa II, Seskoad, Susdandim, Sesko TNI (2019). Jabatan strategis yang pernah diemban yakni Danyonban Sat-81 (2012), Danse Raider Pusdik Passus, Wadan Grup C Paspampres, Waasops Danpaspamres, Aspers Danpaspampres (2019—2020), Kepala Staf 172/Praja Wira Yakthi (2020), Danrem 061/Suryakancana (2020—Sekarang).


Brigjen TNI Achmad Fauzi Datangi Habib Bahar


Sebelumnya diberitakan, Komandan Korem 061 Surya Kencana Brigjen TNI Achmad Fauzi mendatangi kediaman Habib Bahar Bin Smith di Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 31 Desember 2021. Kedatangannya itu meminta Bahar untuk mendatangi Polda Jabar untuk kasusnya yang menyinggung Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman.


Pertemuan itu direkam dalam sebuah video amatir yang diunggah channel YouTube bernama SIKAM TV. Tampak diawal video, TNI AD yang diketahui Danrem 061 Surya Kencana Brigjen Achmad Fauzi menemui Habib Bahar. Dalam pembicaraaan itu mengarah pada agar Habib Bahar segera ke Polda Jabar. 


"Ini masalah akidah tidak bisa dibiarkan, ini masalah akidah tidak bisa dibiarkan," kata Bahar di depan jenderal bintang satu itu.


Lantas Fauzi menimpalinya dengan mengatakan negara Indonesia adalah negara Bhineka Tunggal Ika.  "Negara kita itu beragam. Kita negara Bhineka Tunggal Ika," kata Fauzi. 


"Oh iya Bhineka Tunggal Ika harga mati. Pancasila harga mati. UUD 45 harga mati," ujar Habib Bahar.


Tampak saat dua orang itu berbicara terlihat orang yang di samping Fauzi menyela dan langsung ditunjuk olehnya. "Kamu enggak usah ngomong. Sampean mau ngomong atau ini gantian," kata Fauzi.  


Belum diketahui siapa orang itu. Namun saat itu, Habib Bahar pun merespons orang tersebut. "Kalau mau tenang biasa aja. Biasa aja,” ujar Bahar. 


Dalam video berdurasi 2 menit 46 detik itu Habib Bahar menjawab sebuah permintaan. Namun video tersebut tak utuh. Namun dalam dialog itu Brigjen Fauzi meminta Bahar untuk mendatangi Polda Jabar.  


"Bapak tidak datang kemari pun saya tetap datang ke Polda Jabar," ujar Bahar. 


"Buktikan," kata Danrem.


"Buktikan? Emang saya udah ngomong. Bahkan Minggu saya datangi saya nginap di sana," jawab Bahar. "Kalau enggak datang dijemput masalahnya," kata Danrem.


"Loh enggak ada urusan. Yang jemput polisi bukan bapak dong, sekarang bapak datang ke sini mau shock terapi atau apa. Enggak ada urusan," kata Bahar. 


"Tugas saya menjaga stabilitas wilayah saya pak, jangan provokatif. " timpal Brigjen Fauzi. 


"Provokatif apa?," tanya Bahar. 


"Menghina perseorangan. Menghina mungkin apa namanya harga baik institusi dan kehormatan pak," kata Fauzi.  


"Kehormatan? Lalu bagaimana ketika saya bela harga diri kehormatan. Bagaimana nasib keluarga- keluarga prajurit TNI di Papua," katanya.  


Dalam video itu juga Brigjen Fauzi mengatakan bahwa tugasnya seorang ulama memberikan ceramah yang baik.  


"Sudah menjadi tugasnya bapak memberikan ceramah yang baik kepada...," katanya ke Habib Bahar.  


Habib Bahar pun menimpalinya, bahwa sudah tugasnya ulama memberikan ceramah dan terkait pernyataan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurrachman yang menyebut Tuhan bukan orang Arab.  


"Tugasnya saya ngasih ceramah. Tugasnya Dudung jangan utik-utik masalah agama kalau enggak tahu masalah agama. Akhirnya apa? Mensifati Tuhan dengan sifat manusia. Bapak kan tahu itu ranah kita," jawab Bahar. 


Brijen Fauzi pun menimpalinya agar Bahar berhati-hati berbicara. "Bapak sebagai ulama harus berhati-hati ngomong," katanya. 


"Ngomong apa? Saya meluruskan yang bener. Dia salah. Harus diluruskan. Enggak ada kaitannya bagaimana," timpal Bahar.


Diakhir video, tampak Habib Bahar dikerumuni warga yang menangis lantaran kedatangan rombongan TNI tersebut. "Jangan takuti masyarakat. Enggak ada urusan. Pak rekam nih masyarakat. Rekam ini, rakyat ini. Datang rame-rame kaya jagoan," katanya sambil pergi meninggalkan lokasi.  


Terkait peristiwa itu, Kepala Penerangan Korem Surya Kencana Mayor Inf Ermansyah belum bersedia berkomentar lebih jauh. Ia masih berkoordinasi untuk memberikan penjelasan kepada rekan media. "Saya no comment dulu," ujarnya kepada VIVA. (dw/*)