Polisi beberkan modus oknum pengurus ponpes di Ciparay perkosa Santriwati -->

Breaking news

News
Loading...

Polisi beberkan modus oknum pengurus ponpes di Ciparay perkosa Santriwati

Sunday, 9 January 2022

dok. istimewa


Pelaku melakukan hal bejat tersebut dengan modus bakal mengajari korban tenaga dalam, (9/1).


Bandung - Kasus pemerkosaan terhadap tiga santriwati oleh oknum pengurus pondok pesantren di Kabupaten Bandung berbuntut panjang. Seluruh santrinya dikabarkan minggat dari pesantren tersebut.


"Setelah ada laporan, semua santri di sana sudah keluar dari pondok pesantren tersebut," ungkap Kasatreskrim Polresta Bandung Kompol Bimantoro melalui pesan singkat kepada detikcom, Minggu (7/1/2022).


Bimantoro mengatakan, sudah tidak ada aktivitas pembelajaran di pondok pesantren tersebut setelah minggat-nya para santri. "Sekarang tidak ada aktivitas," ucapnya.


Bimantoro menjelaskan bahwa korban sudah mengalami pemerkosaan sejak tiga tahun lalu atau sejak 2019. Ia tidak menjelaskan secara detail terkait perlakuan bejat tersebut kepada setiap santriwati.


"Kejadian berlangsung sejak tahun 2019 sampai dengan 2021," beberapa hari lalu.


Sekadar diketahui, seorang santriwati melaporkan kasus tersebut sebagai awal mula terungkapnya perbuatan bejat tersebut. Setelah dilakukan pendalaman, korban bertambah menjadi tiga orang korban.


Lantas bagaimana H melancarkan modusnya untuk memperdayai para korban demi melampiaskan hasratnya? Ternyata H melakukan hal bejat tersebut dengan modus bakal mengajari korban tenaga dalam.


"Modusnya memanggil korban, diajari tenaga dalam namun pada saatnya itu dipijit punggung hingga korban tidak sadar," ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo saat dikonfirmasi, Sabtu (8/1/2022).


Saat korban tak sadar itulah, kata Ibrahim, pelaku melakukan aksi tak senonohnya. "Saat (korban) tidak sadar, kemudian dilakukan pencabulan pada saat itu," kata Ibrahim.


Pihaknya memastikan bila pelaku berinisial H tersebut merupakan salah satu pengurus ponpes di Ciparay, Kabupaten Bandung. "Dia mengajar di sana. TKP-nya ini ada di pondok (pesantren)," kata Ibrahim. (de/*)