Tahun 2017 sudah jadi mualaf, KTP masih non-muslim di ragukan? -->

Breaking news

News
Loading...

Tahun 2017 sudah jadi mualaf, KTP masih non-muslim di ragukan?

Monday, 10 January 2022

dok. istimewa/  Ferdinand Hutahaean


KTP nonmuslim Ferdinand menjadi pembahasan di media sosial setelah pengakuannya sudah mualaf, (10/1).


Jakarta - Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean meminta masalah agamanya tidak dipandang sebatas dari KTP. Hal itu disampaikan Ferdinand merespons keraguan publik terhadap keislamannya sebagai mualaf sejak bersyahadat sejak 2017.


Sebelumnya, KTP nonmuslim Ferdinand menjadi pembahasan di media sosial setelah pengakuannya sudah mualaf.


"Janganlah melihat (orang) beragama itu dari KTP-nya. Banyak sekarang orang ber-KTP Islam, tetapi apakah dia menjalankan ajaran Islam dengan benar? Belum tentu," ucap Ferdinand dilansir dari jpnn yang dikutip pada Senin (10/1/2022).


Dia pun heran dengan sikap pihak-pihak yang meragukan pengakuannya tentang mualaf sejak empat tahun lalu dengan mengungkit soal KTP nonmuslim.


"Kecuali kalau baru kemarin-kemarin saya menyatakan syahadat, bolehlah orang bilang mau cari selamat, takut," katanya.


Ferdinand mengaku sebagai mualaf sejak bersyahadat 2017. Prosesi itu menurutnya diketahui sejumlah tokoh, salah satunya Lily Wahid, adik Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur).


Dia mengeklaim pengucapan syahadat itu dipandu oleh KH Ali Yafie dan disaksikan oleh Lily Wahid bersama sejumlah orang lainnya.


"Sudah empat tahun yang lalu, ada saksinya Bu Lily, bukan orang sembarangan. Apakah mau diini (ragukan, red)," tuturnya.


Tentang KTP nonmuslim, dia pun memberikan pengakuan bahwa kartu identitas dirinya itu memang belum diubah setelah dia mualaf.


"Soal KTP itu, kan, belum diubah sejak lama, karena masih banyak urusan dengan kehidupan saya yang lama. Masih ada urusan-urusan yang harus diselesaikan, makanya belum diubah," kata Ferdinand.


Ferdinand sebelumnya menyampaikan pernyataan terbuka. Selain minta maaf, dia juga membuka identitas dirinya yang seorang mualaf.


Permintaan maaf itu terkait cuitannya di Twitter yang mengatakan "Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela".

 

Kalimat yang ditulis Ferdinand di Twitter itu lantas menimbulkan kontroversi sehingga berujung pelaporan dirinya oleh Ketua KNPI Haris Pertama ke Bareskrim Polri. "Saya mohon maaf dengan segala kerendahan hati atas kekeliruan saya," kata Ferdinand. (dw/*)