PD disindir cari sensasi soal capres harus kader parpol, Bisa Apa? -->

Breaking news

Live

Baca Kami di Helo

PD disindir cari sensasi soal capres harus kader parpol, Bisa Apa?

Thursday, 10 February 2022

Ketua DPP NasDem Willy Aditya, dok. istimewa/ 'Jagoan Capres dari Parpol, Bisa Apa?',(10/2).


Jakarta - Wasekjen Partai Demokrat (PD) Jansen Sitindaon mengatakan seharusnya capres dan cawapres dari kader partai. Namun, NasDem menolak usulan itu dan menyindir PD hanya mencari sensasi.


"Ini kan Sitindaon ini lempar bola panas, yang penting cari sensasi saja," kata Ketua DPP NasDem Willy Aditya dalam acara diskusi virtual kerja sama detikcom dengan Total Politik bertema 'Jagoan Capres dari Parpol, Bisa Apa?', Rabu (9/2/2022).


Willy menyebut PD seharusnya melihat kondisi perpolitikan Tanah Air. Menurutnya, situasi partai politik di Indonesia tidak seperti yang diusulkan oleh PD.


"Sedari awal, kita gini konsistensi dalam berpikir dan bertindak itu penting, saya ingin mengatakan jangan ketika dulu berkuasa semena-mena ini begini... begini.... Sekarang jadi mencuit," ucapnya.


"Tradisi itu kan terbangun dari sebuah yang konsisten. Jadi Jansen Sitindaon anggap saja sebagai bola panas," tambahnya.


Seperti diketahui, Wasekjen Partai Demokrat (PD) Jansen Sitindaon menilai seorang calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) haruslah kader partai politik. Dalam argumennya, dia mengatakan konstitusi juga telah mengatur bahwa capres dan cawapres hanya bisa diusung parpol.


"Harusnya semua calon presiden dan wakil presiden itu wajib kader parpol. Dia harus jadi anggota partai politik. Masak, mau main politik tapi alergi atau tidak mau jadi anggota partai politik, kan aneh. Apalagi Konstitusi juga sudah mengatur capres/wapres itu hanya bisa diusung parpol," ujar Jansen di Twitter, Minggu (6/2). Jansen telah mengizinkan cuitannya dikutip.


"Jadi bagi siapa pun yang ingin mengejar jabatan publik dipilih (elected), berparpollah! Jangan 'safety player' terus. Silakan masuk parpol yang sudah ada atau sekalian Anda dirikan partai politik sendiri. Biar Anda tahu juga berapa beratnya membangun partai di Indonesia yang maha luas ini," kata Jansen. (dw/*)