dokter Terawan dan Terapi cuci otak berakhir pemecatan dari anngota IDI, Mahfud Md mengaku,.. -->

Breaking news

Live

Baca Kami di Helo

dokter Terawan dan Terapi cuci otak berakhir pemecatan dari anngota IDI, Mahfud Md mengaku,..

Sunday, 27 March 2022

dok. istimewa/Mahfud Md: Sudah dua kali terapi cuci otak. Karena merasa hasil terapi cuci otak bagus, (27/3).


Jakarta - Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dipecat dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Menko Polhukam Mahfud Md mengaku pernah menjalani terapi cuci otak oleh dokter Terawan dan divaksin Nusantara.


Terawan dan IDI sendiri memiliki hubungan yang panas dingin. Hubungan panas dingin itu mulai terjadi sejak munculnya terapi 'cuci otak'.


Kembali ke Mahfud, dia mengatakan sudah dua kali terapi cuci otak. Karena merasa hasil terapi cuci otak bagus, dia kemudian mengajak istrinya untuk ikut terapi.


"Saya pernah dua kali cuci otak atau DSA (Digital Subtraction Angiography) ke dokter Terawan, yakni, ketika masih ketua MK sekitar tahun 2011 dan pada tahun 2017. Saya bukan ahli medis tapi kalau perasaan saya sih hasilnya bagus, keluhan langsung hilang. Makanya saya sampai dua kali dan yang kedua mengajak istri," kata Mahfud kepada detikcom, Sabtu (26/3/2022).


Selain pernah terapi dengan dokter Terawan, Mahfud menuturkan dirinya juga mendapat suntikan vaksin Nusantara yang dicetuskan oleh Terawan. Mahfud mengaku usai mendapat vaksin Nusantara, imun tubuhnya meningkat.


"Saya juga sudah ikut minta vaksin Nusantara yang digarap oleh Pak Terawan sebelum dapat vaksin booster. Waktu mau booster dulu kan pejabat non-tendis (tenaga medis) atau TNI/Polri masih harus antre atau menunggu, tak bisa cepat. Saya juga tak mau cari-cari booster lewat jalan tol," ujarnya.


"Ketika saya minta booster dan diberi tahu oleh Menkes bahwa selain tendis dan TNI/POLRI belum boleh boostet maka saya ambil vaksin Nusantara. Antibodi saya naik tinggi setelah divaksin Nusantara," lanjutnya.


Meski merasa hasil kerja dokter Terawan bagus, Mahfud tidak bisa memberikan komentar terkait dipecatnya dokter Terawan dari IDI sebab sudah ada mekanisme dan aturan tersendiri. Namun yang terpenting baginya asalah kesembuhan dan imun tubuh meningkat.


"Saya bukan ahli medis, jadi saya tidak bisa menanggapi apa pun terkait pemberhentian Pak Terawan dari IDI. Itu sudah ada aturan dan mekanisme tersendiri. Kalau saya sendiri sih yang penting sembuh atau imun dari virus," imbuhnya.


Sebelumnya, kabar pemecatan Terawan Agus Putranto dari IDI dibenarkan oleh Ketua Panitia Muktamar Ke-31 IDI dr Nasrul Musadir Alsa. Pemecatan itu berdasarkan keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI.


"Iya (dipecat), dari hasil muktamar yang kami terima ya. Dari hasil yang kita terima yang diserahkan panitia memang begitu, (sesuai) MKEK iya," kata Nasrul saat dimintai konfirmasi, Sabtu (26/3).


Nasrul mengatakan Terawan kini tak lagi bisa membuka praktik dokter. Hal itu lantaran Terawan tidak bisa lagi mengurus surat izin praktik (SIP)."Ya mestinya begitu ya, kan tidak bisa urus SIP dan sebagainya ya," kata Nasrul. (dw/*)