DPD RI hadiri pelantikan DPC YPTKIS Lombok Barat -->

Breaking news

News
Loading...

DPD RI hadiri pelantikan DPC YPTKIS Lombok Barat

Wednesday, 9 March 2022

Selamat kepada para pengurus yang telah dikukuhkan, seraya berharap, dapat berperan aktif dan berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah di Kabupaten Lombok Barat. 

Lombok Barat- Pelantikan DPC Yayasan Peduli Tenaga Kerja Indonesia Sejahtera di hadiri DPD RI, Bupati Lombok Barat  diwakili Asisten. II, Kepala Kominfo, kasat Pol. PP di wakili dan Kapolres Lombok Barat yang di wakili oleh anggota di Kabupaten Lombok Barat di Aula Dispora Lombok Barat, Tanggal 9 Maret 2022.


Pengurus Cabang YPTKIS Kabupaten, dinahkodai oleh H. Napsin Khairi, setelah dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum DPP YPTKIS, 


YPTKIS, merupakan organisasi yang bergerak dibidang perlindungan dan pemberdayaan pekerja dan mantan pekerja migran Indonesia.


Asisten II dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada para pengurus yang telah dikukuhkan, seraya berharap, dapat berperan aktif dan berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah di Kabupaten Lombok Barat. Tingginya laju pertumbuhan penduduk, telah berdampak pada perkembangan angkatan kerja dan kesempatan kerja, sebutnya.


Dikatakan, dengan adanya tenaga kerja diluar negeri, tentu dapat menghasilkan devisa bagi negara. Namun, tidak sedikit permasalahan yang menimpa mereka di luar negeri, imbuhnya.


Berkaitan dengan hal tersebut, tambahnya, maka dipandang perlunya peran semua pihak termasuk YPTKIS, untuk mengedukasi para pekerja migran agar menjadi TKI melalui prosedur, dan dapat mengelola keuangannya secara berkelanjutan. 


Tegasnya Asisten II Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa beliau sudah menjadi kepala dinas tenaga kerja kurang lebih 1,5 thn sehingga beliau tau penghasilan di visa yang didapatkan lebih tinggi dari kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah.


Asisten 11 menyampaikan pada suatu hari didatangi oleh seorang perempuan yang mau berangkat keluar negeri, saya tanya kamu mau kemana sehingga menemui saya, wanita tersebut menjawab mau kerja keluar negeri karena sisi saya tidak bisa carikan keluarga saya untuk makan, memangnya kamu punya anak, ya baru enam bulam jawabnya sih perempuan tersebut dan saya jawab dengan tegas, tidak boleh.


Hari ketiiga, perempuan tersebut datang lagi menemui saya, dia bilang anak saya sekarang tidak bisa saya beri minum air susu karena air susu saya tidak ada, apa lagi yang lain makanya saya harus berangkat, kalau saya tidak di ijinkan maka saya akan berangkat melalui tekong gelap, tutur Asisten II sewaktu menjabat menjadi Kadis Disnaker.


Namun perlu saya sampaikan bahwa pemerintah membiayai beberpa orang untuk di latih di BLK agar mereka bisa bekerja mandiri dan paham dengan bahasa luar negeri sehingga mereka bisa maju dan mandiri, akan tetapi apa yang terjadi, sangat membingungkan dari 100 orang hanya dua yang bisa maju dan mandiri, karna yang lain begitu datang ketempat kerja lebih banyak waktu ngerokok dan bicara dari pada kerja, sehingga mereka tidak bisa maju dan mandiri disebapkan karna malas kerja sementara perusahan punya aturan kerja kalau tidak patuh ya di pecat. ( H. Npn)


Saksikan video menariknya: