Korban begal yang ditahan dan ditetapkan jadi tersangka pembunuhan, akhirnya dibebaskan -->

Breaking news

News
Loading...

Korban begal yang ditahan dan ditetapkan jadi tersangka pembunuhan, akhirnya dibebaskan

Thursday, 14 April 2022

dok. istimewa/ Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) melakukan aksi damai untuk mendesak Polres Lombok Tengah membebaskan S. (14/4/2022).


Lombok - S (34), korban begal yang ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan akhirnya bisa kembali pulang ke rumahnya di Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).


Sebelumnya, S ditetapkan tersangka atas tewasnya dua pelaku begal di jalan raya Desa Ganti, Lombok Tengah.


Kapolsek Praya Timur, Iptu Sayum mengatakan S dibebaskan setelah Polres Lombok Tengah menangguhkan penahanannya.


"Iya dibebaskan setelah ada surat penangguhan dari keluarga dengan mengetahui pemerintah desa," kata Iptu Sayum di Praya, Rabu (14/4/2022).


Namun demikian, Iptu Sayum tidak menjelaskan proses hukum selanjutnya terhadap S. Ia mengatakan kasus tersebut ditangani penyidik dari Polres Lombok Tengah langsung.


"Silakan konfirmasi kepada pak Kapolres saja," katanya.


Sementara itu, Kepala Desa Ganti, H Acih membenarkan kabar S telah dibebaskan setelah diberi penangguhan.


"Allhamdulillah dinda telah dikasih penangguhan," ucapnya.


Adapun S ditetapkan menjadi tersangka dalam dugaan kasus dua begal yang tewas bersimbah darah di jalan raya Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Minggu (10/) dini hari.


Ia dikenakan pasal 338 KHUP dan pasal 351 KHUP ayat (3 ) tentang tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.


Waka Polres Lombok Tengah, Kompol Ketut Tamiana, Selasa (12/4,) mengatakan kronologis kejadian itu bermula ketika korban akan pergi ke Lombok Timur untuk mengantarkan nasi kepada ibunya.


Di tengah jalan di TKP, korban dipepet oleh dua orang pelaku begal dan melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam.


Tidak lama kemudian datang dua teman pelaku dan juga melakukan perlawanan kepada korban, namun semua pelaku berhasil ditumbangkan oleh korban begal.


Selain itu, barang bukti yang berhasil disita yakni empat unit senjata tajam dan tiga unit motor yang diduga digunakan korban dan para pelaku.


"Satu korban melawan empat pelaku yang mengakibatkan dua pelaku begal inisial P (30) dan OWP (21) warga Desa Beleka tewas. Sedangkan dua pelaku lainnya melarikan diri dan saat ini telah di amankan," katanya.


Sebelumnya sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) melakukan aksi damai untuk mendesak Polres Lombok Tengah membebaskan S.


"Bapak Santi (korban begal, red) ini harus dibebaskan, jangan sampai alibi warga takut melawan kejahatan," kata Tajir Syahroni dalam orasi di halaman Polres Lombok Tengah di Praya.


"Penjahat itu wajib dilawan, hal itu telah ditunjukkan oleh korban yang berhasil melumpuhkan pelaku begal yang akan mengambil hartanya," Tegasnya. (dw/*)